Supaya Do’a cepat dikabulkan Allah

Diposting pada

Do’anya dikabulkan Allah adahal sesuatu yang selalu saya inginkan. Bahkan andai saya dikasih satu pilihan dimana pilihan itu pasti akan dikabulkan. Maka pilihan saya adalah ingin setiap doa-doa saya dikabulkan oleh Allah. Sebab dengan dikabulkan do’anya, maka saya bisa meminta apapun yang menjadi hajat dan keinginan saya dunia serta akhirat.

Saya pengen banget rukun islamnya sempurna. Berharap bisa bersedekah melebihi Abu Bakar Asshidiq. Ketemu rasulullah lewat mimpi, nabi yusuf dan semua nabi-nabi terdahulu. Saya minta agar bisa terbang ke langit dan berpindah dengan cepat ke satu tempat ke tempat lainnya seperti dari rumah ke mekkah dan madinah. Nah, mulai aneh-aneh kan. Bukti keinginan manusia itu nggak pernah akan terpenuhi. Hehe.

Hikmah Do’a Tidak Terkabul

Menurut ustadz fahruddin faiz, doa bisa dikabulkan bisa juga tidak. Dan itu semua baik, pilihan Allah yang terbaik. Contoh misalnya dua kubu yang sedang perang, keduanya meminta pihaknya yang menang. Kan nggak mungkin menang keduanya. Pasti, yang namanya menang itu salah satunya. Maka Allah akan mengabulkan hanya di salah satu pihak yang akan menang. Yang satunya ya takdirnya kalah.

Bisa saja maksud Allah memberikan kekalahan kepada pihak yang kalah supaya keadaan menjadi terkendali dan kebaikan ditegakkan. Kita nggak tahu. Karena ilmu kita terbatas. Karena Allah mengetahui dengan ilmunya, apa-apa yang akan dilakukan pihak yang kalah itu jika menang. Misal akan membuat kerusakan dibumi.

Apa hikmah yang bisa kita Ambil dari ilustrasi cerita diatas. Do’a tidak terkabul itu yang pasti adalah pilihan Allah yang terbaik atas kita. Misal kita baerdoa minta mobil, tapi belum Allah kabulkan sekarang. Bisa jadi kalo Allah kabulkan sekarang maka mobilnya akan kurang bermanfaat.

Atau tidak dikabulkan karena belum bisa menyetir, kalo dikasih nanti berbahaya. Sehingga hikmahnya adalah mempersiapkan dulu skill mengendarai dan juga kebutuhan misal dikabulkan saat sudah berkeluarga sehingga mobilnya bisa memudahkan anggota keluarganya untuk bersilaturachim dengan tidak kehujanan dan kepanasan.

Kan itu baik. Belum dikabulkan, karena kebaikan.

Cara agar doa kita mudah dikabulkan oleh Allah

Saya mendapati cara ini adalah saat mendengar seorang khatib berkhutbah. Saya nggak hafal masjidnya dimana. Tapi sampai sekarang masih terngiang-ngiang di kepala dan dua cara ini menjadi yang selalu saya usahakan untuk dijaga. Hmm, apa kira-kira yaa. Semoga teman-teman bisa mengamalkannya ya.

Sudah membaca sampai disini, tapi tidak kmengamalkan saya sangat sedih karena menulis ini capek-capek, dalam kondisi mata sudah mengantuk. Yuk, kita ikuti caranya supaya doa kita mudah dikabulkan Allah.

  1. Bertaqwa Kepada Allah
  2. Membiasakan berdo’a dengan doa ini

Nah, kedua anjuran itu ternyata didasari alasan yang kuat. Berikut ayatnya. Saya akan kutipkan beserta artinya.

1. Bertaqwa Kepada Allah

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah: 186) Sumber ayat tafsirq.

Lihat makna yang saya garis bawahi. Allah janji akan mengabulkan doa hambanya. Kalian meragukan Allah nggak, kalo Allah berfirman. Seharusnya tidak. Jadi kalian “Berdo’alah.”

Terus arti yang dicetak tebal, memenuhi perintah Allah. Itu maksudnya bertaqwa. Jadi kalo orang yang tidak bertaqwa berdo’a, tidak dimaksud dalam ayat diatas. Wallahua’lam. Mungkin orang yang nggak bertaqwa bisa aja do’anya dikabulkan, wong itu Allah yang mau. Tapi Allah mengabulkannya bisa jadi bukan karena kasih sayang, namun karena istidraj. Astagfirullah.

Jadi Bertaqwalah. Supaya do’a kita mudah dikabulkan Allah.

2. Membaca Do’a Berikut ini

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَع

Allahumma inni a’udzubika min ‘ilmin la yanfa’ wa min qolbin la yakhsya’ wa min nafsin la yasyba’ wa min du’ain la yusma

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah puas dan dari do’a yang tidak dikabulkan” [HR. An-Nasai dan dishahihkan oleh al-Albaniy] Sumber ayat Abuubaidilah

Teman-teman perhatikan yang saya cetak tebal. Ternyata supaya do’a kita dikabulkan Allah. Kita itu harus berdoa supaya do’a kita tidak tertolak (dikabulkan). Ya ini permintaan meminta agar doa kita dikabulkan. Masya’allah. Ya.

Awal saya mengetahui do’a ini dari ayah saya. Beliau pernah memberi saya do’a ini namun setelah saya diberi saya belum langsung mengamalkannya. Saya belum tahu urgensinya. Nah, pas saya denger khotib dalam khutbah jum’atnya menyampaikan lagi do’a ini. Jadi inget, kalo nggak salah di masjid Al-Awwal Depok. Saya langsung merinding seketika.

Teruslah Berdo’a

Seolah-olah do’a itu nyambung (connect) dengan pesan ayah saya. Jadi mungkin memang untuk mendapatkan feel yang semprna, perlu mencari dan mengumpulkan ilmu sedikit demi sedikit yang nanti lama-lama akan membuat kita merasa takjub karena pemahamannya yang dikaruniai oleh Allah.

Masyaallah. Allahuakbar. Sampe sekarang saya nggak pernah lupa lagi mengenai do’a ini dan syarat yang nomor satu-nya. Semoga teman-teman juga bisa dapat solusi masalah jika sedang membutuhkan hajat, yang membutuhkan terkabulnya do’a.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.