3 Insight yang menyadarkan saya untuk lebih baik di tahun 2020

Diposting pada

Halo, semua. Menjelang penutup tahun 2020 serta sebentar lagi memasuki 2021. Saya biasa membuat insight singkat atas waktu-waktu serta pengalaman di tahun tersebut. Nah, berikut adalah insight saya di tahun 2019 guna lebih maksimal di 2020. Ya, aslinya ini adalah perbaikan tahun ini atas tahun lalu.

Karena sebentar lagi masuk 2021, saya juga pasti akan membuat insight2 berkaitan dengan apa yang saya lakukan pada 2020. Simak ya, insyaallah saya share segera. Setelah lewat bulan desember 2020 ini.

Untuk pembanding. Tentu biar bisa terukur dan kelihatan peningkatannya. Saya juga cantumkan insight tahun yang lampau. Berikut insight saya di tahun 2019.

1. Membersihkan File Sampah di Hp, Laptop, Fikiran & Medsos.

Tanpa disadari ada banyak file sampah didalam drive hardisk laptop saya. File junk itu berupa artikel uneg-uneg, gambar-gambar yang tidak ada hubungannya dengan minat saya, file backup berukuran besar yang membebani memory, file thumbnail dan database di Android, sampai kecemasan-kecemasan dalam fikiran, negative thinking, kekhawatiran serta anxious.

Semua itu saya coba bersihkan di awal tahun ini, saya buang ke recycle bin, menyusun ulang, serta memprioritaskan semua item yang memiliki kualifikasi bagus.

2. Mengerjakan Lebih Cepat.

Betapa banyak sekali waktu saya yang terbuang. Serta dalam event tahunan hanya terjadi beberapa moment besar saja. Paling hanya 1-2, mentoknya 3. Padahal setiap hari bekerja, tidak pernah kosong beraktivitas.

Tapi jika dilihat dalam jangka panjang setahunan, rupanya pencapaian saya masih belum apa-apa. Saya merasa betapa banyak waktu saya yang terbuang, saya benar-benar merasa sangat rugi telah melewatkan waktu sebanyak itu dengan tanpa ada hasil terlihat dalam satu tahun.

Untuk alasan itu, saya mencoba untuk mengerjakan dengan lebih cepat. Karena pada dasarnya ide yang muncul sangatlah banyak, akun & media yang saya miliki juga banyak. Namun eksekusi dan tenaga saya terbatas, sehingga jika tidak diorganisir semua itu tak akan membawa hasil nyata.

3. Lebih Produktif & Selektif.

Salah satu toxic yang saya sadari adalah scrolling fb, dan ig. Pekerjaan ini membuang banyak waktu saya, jatahnya bisa untuk membuat artikel 500 kata, scrolling fb dan ig membuat saya makin jauh terbawa arus, tenggelam serta nggak ngerti yang saya lihat ini manfaatnya apa?

Mungkin iya mengandung unsur hiburan, namun sejatinya jika memang saya butuh hiburan bukan scrolling fb dan ig jawabannya. Melainkan minum jus alpukat dingin pada siang hari, kopi panas di atas bukit sambil memandangi pohon hijau membentuk dataran pegunungan, atau pergi ke gramedia hunting buku motivasi. Kini saya sadar itu tidak produktif bagi saya, namun bagi kamu belum tentu sama.

Saya juga menyeleksi dengan sedikit lebih ketat, informasi, akun, media, supaya tidak membuat crowded. Dan memprioritaskan pada item yang mengandung minat dan topik yang saya sukai.

Last Updated on 12 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.