3 Kunci Hidup Bahagia Yang Jarang Banget Orang Ketahui

Diposting pada

Kunci hidup bahagia itu cukup penuhi 3 hal ini saja. Mau nggak mau, ya harus mau nggak bisa tidak bahwa, pada ahirnya kita akan meninggalkan dunia ini. Karena hidup didunia ini sangat singkat, maka sebelum kita meninggalkan alam dunia ini, sungguh sangat rugi kalo kita hidupnya tidak bahagia. Sudah di-dunia nggak bahagia, di alam kubur berisiko kena siksa, dan di ahirat terancam api neraka. Kan triple rugi.

Rugi dan penyesalan, akan dimulai saat manusia sudah meninggalkan alam dunia. Padahal, ketika dunia udah ditinggalkan maka “the end” sudah harapan-harapan itu kecuali kalo punya tiga perkara yang pahalanya terus mengalir berupa anak yang sholih/sholihah, amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat.

Oleh karena itu, bagi Anda yang sempat berjumpa tulisan ini saya sampaikan kepada Anda bahwa “ini rahmat yang dikirim dari Allah untuk kalian” dan saya mau bilang bahwa sumber ini saya tulis ulang dari seorang ustadz yang sempat menyampaikan pesan mulia ini di masjid Hasan Ghanie Al-Amin, Depok.

1. Yakin & Ilmu

Biarkan yang lalu berlalu. Bagi Anda yang usianya saat ini sudah diatas 40 tahun, maka waktu yang Anda lewati sudah tak bisa diperbaiki lagi. Anda boleh menyesali, namun lebih penting lagi untuk memperhatikan apa yang ada didepan Anda (hari esok) maksudnya adalah “hari akhirat.”

Lupakan semua yang telah lalu, dan kesempatan yang masih diberi oleh Allah berupa hidup ini fokuskan untuk menyiapkan bekal perjalanan menuju alam setelah dunia ini. Jangan lagi menunda, terlebih Anda sudah berjumpa tulisan ini. Mulailah beramal, beribadah, mengerjakan amal sholih, bersedekah, dan bertaubat sebanyak yang Anda bisa kerjakan.

Bagi kalian yang masih muda, kalian masih belum banyak melakukan dosa jagalah diri kalian dari maksiyat dan perbanyaklah takwa kepada Allah tanpa menunggu masa tua hadir. Gausah nyoba-nyoba yang haram, yang dosa. Sudah, perbanyak saja portfolio amal sholih-nya.

59.Al-Ḥasyr : 18

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Supaya hidup didunia bahagia, tips yang pertama adalah dengan “meyakini kepada Allah adanya hari esok (ahirat).”

Oleh karena itu beramalah dengan ilmu. Kata rasul barang siapa yang inginkan dunia, maka dengan ilmu, yang inginkan ahirat juga dengan ilmu, dan yang menginginkan keduanya juga dengan ilmu. Ilmu, berarti kunci bahagia. kunci dunia-akhirat. Ilmu, berarti penting pake banget. Bahkan sebuah hadits menyeru kita untuk mencari ilmu “Utlubul ilma, Minal mahdi, ilallahdi.”

Sekarang kamu masih diberi kesempatan hidup, berarti masih punya kewajiban belajar (mencari ilmu). Supaya apa yang kalian kerjakan itu “benar, tidak asal-asalan dan suka-suka” terutama perihal ubudiyah.

Kalo amal yang kita lakukan bersandar kepada ilmu, ada anjuran maka insyaallah ada pahala oleh sebab belajar yang menjadikan orang menjadi tahu.

Sekarang Kamu bisa merenung..!

Apakah wudhu Anda sudah benar sesuai tuntunan? Manakah rukun wudhu, manakah yang sunnah.

Apakah sholat kamu sudah sempurna dan khusyu? Tahu rukunnya sholat apa saja, fadilah sholat berjamaah, bacaan-bacaannya, gerakannya. Kamu harus tahu, bahwa amalan sholat itu yang pertama kali nanti dihisab, lho. Kalo sholatmu belum benar, yang jadi pertanyaan adalah selama ini kamu ngapain aja? Terlalu sibuk apa sih kamu sampai tidak sempat tahu cara sholat yang benar, bacaan sholat yang tepat.

Begitu juga membaca alquran, apa sudah tahu makhrojil huruf, bacaan panjang dan pendeknya, hukum bacaannya. Serta amal lainnya apa dipastikan sudah sesuai dengan anjuran atau belum?

Sholat kalian harus benar lho, katanya. Kalo sholatnya masih salah bagaimana dengan hisab nanti, bagaimana dengan amalan yang lainnya seperti Haji. Umroh yang mungkin sudah dua kali atau lebih. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam tirmidzi, jika sholatnya baik maka baiklah semua amal, jika sholatnya jelek jelek pula semua amalnya.

Hadits #1081

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا )) رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ ))

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) [HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

Sumber : https://rumaysho.com/16963-shalat-itu-yang-pertama-kali-akan-dihisab.html

Oleh karena itu bersegeralah belajar sekarang selagi kesempatan masih Allah kasih berupa rahmat hidup di dunia ini.

2. Ibadah kepada Allah

51. Aż-Żāriyāt : 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

Tips hidup bahagia yang kedua adalah hidup harus dilakukan karena untuk ibadah kepada Allah” maka insyaallah dijamin akan bahagia. Ini kunci kebahagiaan yang jarang orang pahami. Bahkan kata mbah mukhlisun, agama itu fitrahnya manusia. Hidup tanpa agama, akan menggelepar hidupnya.

Banyak orang mengira kalo kunci kebahagiaan itu hidup berlimpah banyak harta. Padahal, kalo banyak harta malah cemas, gelisah dan belum tentu bahagia. Apalagi inget Allah. Anda jangan mengira, kalo harta bikin lupa sama ibadah. Enggak. Siapa yang bilang begitu. Ada orang-orang yang menggunakan hartanya, kekayaannya untuk beribadah dan berjuang dijalan Allah, jalan dakwah islam. Namun sangat sedikit. Contohnya nabi Sulaiman, Rasulullah dan para sahabatnya, Abu bakar, Umar, Usman, Ali, Khadijah, … dll. Hartanya dihabiskan untuk membela agama Allah, bahkan nyawanya sekalian sebagai jaminan. Allahuakbar. Sebab apa, karena itu membahagiakan bagi mereka.

Sementara kita apa saja yang sudah dikorbankan untuk ibadah kepada Allah ? Lewat harta yakin sudah maksimal, lewat perbuatan apa iya sudah banyak, lewat lisan apa iya sudah membuat orang-orang bergerak lebih baik, lewat tulisan apa iya tulisan-tulisan yang kita buat disosmed-sosmed itu diberi nilai pahala sama Allah ?? Ya semoga .. ya.

Kok meminta syurga dan tidak mau dimasukkan neraka. Lantas apa kita ini sebanding dengan para sahabat-sahabat di zaman rasulullah yang taruhannya nyawa dan harta ?

Beribadahlah kepada Allah, sejak manusia dan jin diciptakan. Dan manusia sudah tak bisa beribadah (diputus amalnya) saat meninggal dunia kecuali tiga perkara yang masih akan menjadi penyebab mendapat pahala yaitu ilmu yang bermanfaat, anak sholih/sholihah dan amal jariyyah.

Jadi sekali lagi, hidup Anda ini sebenarnya untuk apa, untuk siapa?

Tidak perlu dijawab, karena seharusnya semua itu untuk dzat yang membuat Anda ada di bumi sang pencipta-Nya.

3. Sehat

Kalo nggak sehat, manusia tidak bahagia. Jadi kunci supaya hidup bahagia didunia yang ketiga adalah sehat.

Supaya sehat bagaimana ? Ya tinggal ikuti apa yang Allah anjurkan didalam alquran. Sesimpel itu. Alquran itu kan diturunkan supaya jadi pegangan (panduan) hidup manusia. Sekarang apa gunanya alquran bagi Anda, kalo tidak pernah dibaca, tidak mengambil pelajaran darinya dan tak tahu makna.

Selama ini Anda memiliki Alquran sudah sering dibaca apa belum? Yang sudah sering baca, apa sudah diamalkan? Memperlakukan handphone begitu perhatiannya, setiap lima menit dibuka. Jangan sampai Anda lebih banyak memegang “produk buatan manusia” daripada “firman yang datang dari Allah” yang akan meringankan hisabmu di akhirat nanti malah diabaikan.

Awas teknologi. Gunakan secara bijak, karena bagaimanapun teknologi gak salah. Kita sendirilah yang salah menggunakannya.

Kunci sehat adalah makan tidak berlebihan. Secukupnya.

Pak Khatib mengatakan bahwa, didalam alquran dikatakan, dan kalo diringkas ada tiga tips supaya selalu sehat. Yaitu: makan dan minumlah kamu, dengan makanan yang halalan thoyyiban dan tidak berlebihan.

Sangat penting juga untuk kamu perhatikan, makanan yang disembelih tidak menyebut nama Allah itu tidak thoyiban. Ayam-ayam yang dijual dipasar-pasar itu, kamu tahu apa enggak ayam itu disembelih menyebut nama Allah atau tidak? Hati-hati ! Ini sebagai warning aja. Bukannya saya menuduh.

Harta yang kalian dapatkan dari bekerja, sudah sesuai dengan syariat, sudahkah dapat ridho dari sesama manusia dan sudahkah harta itu halal, bersih dan suci belum? Sudah kalian keluarkan sedekahnya, zakatnya belum ?

Adakah riba dari penghasilan atau pengeluaran kita sehari-hari? Hati-hati ! Allah sudah ingatkan dalam Al-quran. Kalo Anda tidak setuju dengan riba, jangan protes kepada saya disini. Larangan riba itu kan Allah yang membuat, disampaikan melalui alquran. Kamu mau mengimani Allah apa enggak ? Janganlah harta itu nggak berkah. Perlu kamu tahu bahwa yang disisi Allah itu jauh lebih mulia, tapi tidak Allah nampakkan sekarang.

Hindari syubhat (keabu-abuan)

Hati-hati dengan yang haram-haram, makruh-makruh dan syubhat. Seperti “Musik”, “Memakai Emas bagi laki-laki.” dan tentu masih banyak banget contoh lainnya yang bahkan didalamnya ada perdebatan. Itu kan syubhat, mending dihindari aja kalo bisa. Saya sebenernya pengen ngajak kamu agar saat ini sudah “Saatnya meninggalkan musik!”

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ ، وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ ، يَأْتِيهِمْ – يَعْنِى الْفَقِيرَ – لِحَاجَةٍ فَيَقُولُوا ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا . فَيُبَيِّتُهُمُ اللَّهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ ، وَيَمْسَخُ آخَرِينَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik. Dan beberapa kelompok orang akan singgah di lereng gunung dengan binatang ternak mereka. Seorang yang fakir mendatangi mereka untuk suatu keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari.’ Kemudian Allah mendatangkan siksaan kepada mereka dan menimpakan gunung kepada mereka serta Allah mengubah sebagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari kiamat.”[7] Jika dikatakan menghalalkan musik, berarti musik itu haram.

Hadits di atas dinilai shahih oleh banyak ulama, di antaranya adalah: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al Istiqomah (1/294) dan Ibnul Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan (1/259). Penilaian senada disampaikan An Nawawi, Ibnu Rajab Al Hambali, Ibnu Hajar dan Asy Syaukanirahimahumullah-.

Empat imam besar, mengharamkannya. Imam syafii, maliki, hambali dan imam ahmad. Sekian dulu ya artikelnya hari ini. Mengenai musik, saya juga punya pengalaman tersendiri loh, mulai Dari kenal musik, sampai berusaha menjauhinya. alhamduillah sekarang sudah terbiasa lebih jauh dari musik. Wallahua’lam bishowab.

Depok, 28 April 2021 19:22 PM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.