30 Hari Tanpa Facebook (Reach the New Life)

Diposting pada

Terhitung mulai 18-11-2020, saya menantang diri melakukan challenge 30 hari tanpa Facebook. Ada banyak alasan positif, saya berpuasa facebook. Paling utamanya adalah masalah waktu. Waktu saya jadi banyak tersia-siakan. Alasan selanjutnya: Facebook membuat saya membandingkan diri saya dengan orang lain. Ini gawat !

Tanpa Facebook Stress Berkurang !

Jadi tujuan yang pertama saya melakukan ini adalah mereduce stress, membuang rasa senang melihat nofikasi, menghilangkan rasa bahagia menunggu jumlah like bertambah, yang kadang pada malam hari menanti total likers dapatnya berapa.

Dengan berpuasa facebookan membuat saya tidak sibuk juga harus menjawab komentar yang masuk satu per satu yang kadang pertanyaannya tuh cuma gitu doang, yang itu semua sangatlah melelahkan untuk dijawab, menguras energi, waktu serta susah untuk saya kontrol.

Asli susah banget kalo belum uninstall sekalian. Sekedar log-out aja, belum tentu berhasil. Baik melalui hp, pc, aplikasi maupun browser.

Tanpa Facebook Hidup jadi lebih Produktif

Yang kedua niat tujuan saya adalah untuk mengelola produktifitas serta meningkatkan fokus. Zaman sekarang keadaan berubah sangat cepat. Waktu berlalu makin melesat.

Termasuk medsos baik facebook maupun instagam yang kontennya nggak relevan atau justru mengganggu itu buanyak banget. Saya merasakan benar-benar berada dalam distraksi digital yang luar biasa gila. Sepanjang 2020 ini saya evaluasi habis-habisan. Muhasabah total-totalan.

Hingga akhirnya sekarang membuat saya menemukan platform yang benar-benar tepat, sesuai dengan saya yang introvert. Yaitu, blogging. Dunia blogging. Bukan dunia sosmed.

Selektif memilih aplikasi untuk meningkatkan fokus

Selama 18 jam saya tak lepas dari gadget, notifikasi yang bersaut-sautan masuk memenuhi ujung bar bagian atas hp saya dan semua notifikasi itu adalah aktifitas yang bersifat kurang penting (pasir).

Dengan menyingkirkan rutinitas jenis pasir, dan mengganti dengan batu dan kerikil maka, harapan saya bisa kembali produktif, fokus dengan kegiatan yang penting-penting saja dengan aplikasi yang benar-benar perlu saja tanpa khawatir banyak waktu yang terbuang. Banyak stress yang masuk datang.

Aplikasi-aplikasi yang Saya Uninstall

Beberapa medsos yang saya uninstal yaitu:

  1. Facebook Lite, Facebook Android (satu akun lama telah saya hapus secara permanen)
  2. Pinterest
  3. Spotify
  4. Twitter kebetulan dari awal ga pernah install karena gak bisa cara makainya
  5. Strava (ribet dipakai buat lari, bahkan hp temen saya sampe jatuh retak kacanya).
  6. plikasi fitness
  7. Google drive, google meet, google play film, google musik, photo.
  8. Game sama sekali nggak ada.

Pengalaman nge-game dulu saya memainkan candy crush saga, itu pun di pc karena udah bundling dan rekor paling parah bisa ngegame sampe jam 3 pagi nggak tidur dari malem, begadang berat, kuat dan candu dopamine “game” itu gila banget. Berat! Angeel, angeel. Kalo diteruskan, nggak dipaksa untuk stop secara total. Kalo nggak di-uninstall. Pasti kegoda lagi! Dijamin.

Terus untuk Whatsapp, karena dipakai tiap hari untuk chat utama sebagai antisipasi saya dari gerakan otomatis melihat status. Saya non-aktifkan (bisukan) status orang lain. Cuma saya sisakan beberapa yang masih perlu dan rajin memposting informasi bermanfaat.

Terus untuk Telegram, saya hapus-hapusin channel yang nggak penting, channel-channel un-faedah. Bahkan channel sendiri berisi catatan ide, saya cicil hapus, terus saya kembangkan jadi bahan tulisan yang harapannya lebih menarik.

Aplikasi yang masih diinstall

Kemudian yang masih saya sisakan yaitu Instagram (semua akun saya logout kecuali, 1 aja untuk bisnis), sama Youtube karena saya masih suka pakai untuk nyari bahan referensi. Pokoknya setelah saya nonaktifkan begini penampakannya. Saya lupa screen shot before-nya. Udah keburu kebelet mau challenge 30 hari tanpa medsos.

tampilan apk saya setelah uninstall

Proses Challenge

Baiklah, secara bertahap insyaallah di page ini akan saya update hasil challenge apakah saya bisa bertahan. Apa saja kegiatan yang bisa dikerjakan tanpa medsos. Apakah dengan tidak menggunakan medsos baik-baik saja, ataukah lebih buruk kondisinya. Insyaallah saya akan jujur supaya bisa jadi acuan kalo temen-temen mau ikut melakukannya juga.

Nah, beberapa yang sudah saya persiapkan untuk saya kerjakan selama berpuasa medsos 30 hari kedepan yaitu:

  1. Ngeblog (fokus ngeblog). Bakal banyak tulisan nih kayaknya!
  2. Baca buku, 8 buku belum selesai semenjak saya sering melihat notif di hp
  3. Membaca alquran, sejak pandemi ditambah wfh alquran jadi jarang dibaca lagi. Nah, semoga dengan ini saya jadi bisa lebih rajin membaca alquran supaya hati jadi tenang, dapat keutamaan pahala dan lebih dekat sama Allah.
  4. Ngedesain, saya coba fokus belajar XD
  5. Belajar video pake openshot untuk konten youtube
  6. Momong anak, dengan ini semoga waktu saya lebih luang bersama anak-anak, serta untuk membantu istri, melayani kebutuhannya
  7. Untuk kerjaan di kantor, saya yakin pasti sedikit banyak akan berpengaruh ke produktifitas kerja dengan mengurangi distraksi sosial media

Baiklah. Sementara itu dulu. Post challenge 30 hari tanpa medsos. Yang akan berlangsung dari 17-11-2020 samai 17-12-2020. Kalo lebih baik tanpa medsos, insyaallah saya akan lanjut. Kalau perlu menyeimbangkan antara work & life balance, ya saya akan belajar supaya lebih bijak lagi menggunakan medsos seperlunya. Terutama pakai PC, bukan gadget. Karena kalau melalui gadget, rasanya sudah sangat stuck dan lelah banget.

Hari pertama

Saya mau melaporkan hasil challenge di hari pertama. Pagi sehabis bangun masih buka hp, yang dicek pertama Whatsapp. Status wa masih dibuka. Lihat status sendiri dan status orang lain. Terus berikutnya tangan saya mencari aplikasi facebook, nah kaget dan gak sadar ternyata udah saya nonaktifkan. Tapi yang keinget kedua itu aplikasi fb. Berikutnya saya langsung ke telegram, karena saya cukup aktif di group salah satu desain dan blog. Terakhir sebelum beres-beres, saya buka instagram.

Duh, masih kesitu perhatiannya. Sementara rencana mau baca buku 4 halaman, belum bisa. Cuma dapat 1 halaman. Masih butuh penyesuaian kayaknya. Nah uniknya di waktu kerja, saya justru buka instagram lama banget via hp di akun bisnis jualan. Kesempatan kayaknya, saya scrolling dan ngelihatin gambar post di pencarian. Memang sih, juga jadi bisa membuat 10 post instastory untuk jual properti. Biasanya gak bisa keposting karena akun lain yang diprioritaskan.

Yang terakhir adalah saya masih buka facebook dari website. Sisanya saya blogging biasa, cari informasi, referensi dan berhasil bikin 3 judul artikel untuk persiapan konten blogging.

And then, saat ini..

Saya benar-benar malah pengen sama sekali nggak makai facebook dan instagram sebenarnya kalo saja tidak menjalankan bisnis yang beberapa kustomer saya ada di platform tersebut.

Jujur aja. Saya merasa sangat nyaman, heppy tanpa sosmed. Namun hingga saat ini, saya masih sesekali login facebook hanya untuk keperluan ngiklan ke fb ads atau setting katalog produk yang terkoneksi sama ig shopping. Untuk share status pribadi, sangat jarang. Sementara ig saya masih jalankan untuk kebutuhan ngiklan.

Dampak yang masih menggoda adalah membandingkan diri saya sendiri dengan orang lain. Ini kadang masih muncul tiba-tiba, terlebih karena lihatnya nggak sengaja. Terus iseng. Jadi justru malah pengen tahu dan klik info lengkap profil atau feeds instagramnya lalu membandingkan wah, dia begini-begini, kayaknya aku juga perlu deh begini.

Nah, itu yang masih saya lawan dan hadapi saat ini. Doakan, semoga saya bisa fight!

Last Updated on 7 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.