6 Cara Mengubah Hobi Menjadi Profesi yang menghasilkan uang

Diposting pada

Pekerjaan yang paling enak dilakukan adalah yang paling sesuai dengan passion. Pekerjaan semacam itu dinamakan hobi.

Ya, semua orang juga tahu itu sih mas. Cuma masalahnya, gimana cara untuk menemukan hobi, terus lagi kalo sudah ketemu hobinya gimana lagi cara untuk menjadikan hobi jadi menjadi bernilai rupiah?

Baik. Memang untuk mencapai profesi yang berasal dari hobi itu harus melalui tahapan. Nggak serta merta ketemu dengan pekerjaan yang cocok. Langsung kaya. Langsung bahagia. Kalau begitu jalannya tidak asyik. Kalau semua orang bisa melalui dengan jalan pintas. Dia jadi tidak belajar. Dia nggak tahu rasanya berjuang.

Jadi, pertama-tama harus disadari bahwa menjalani suatu proses itu asyik! Menikmati prises itu menyenangkan. Berpindah dari satu tirik ke titik yang lainnya secara kontinyu dan terus naik. Kebahagiaan naik, penghasilan naik, manfaat naik.

Ikuti tahapan berikut ini untuk memulai mengetahui apa hobi Anda

Hal mendasar yang sering bikin ragu adalah mengetahui bakat.

Potensi terbaik saya dimana, jenis pekerjaan yang cocok untuk saya seperti apa? Terlebih untuk orang introvert yang banyak pertimbangan.

Saya ingin dengan tulus mengatakan, ikuti kata hati dan terus coba. Karena nanti pada akhirnya bakat kamu itu akan ketahuan setelah mencoba.

Kalo difikirkan terus tanpa dicoba, kalo banyak kata orang, terus kamu jadi takut atau memiliki keterbatasan maka hasilnya tidak akan pernah original.

Nggak ketahuan. Nggak akan bisa diukur.

1. Tuliskan lima daftar kegiatan yang paling disukai

Dulu saya memiliki keraguan soal bakat antara apakah saya ini lebih cocok sebagai teknisi, desainer, penulis, blogger atau pengusaha.

Dari lima daftar yang paling sering saya kerjakan diatas, menjadi blogger adalah yang paling menonjol.

Meski saya juga bisa mendesain, membuat tulisan semau saya, mbenerin barang-barang elektronik, pernah juga menjadi pedagang mandiri.

Tapi, ngeblog ini terbilang unstoppable.

Jadi, boleh saya memberi kesimpulan kepada saya bahwa saya menonjol sebagai blogger karena telah mencoba dari semua daftar minat yang memiliki kemungkinan sukses, telah saya kerjakan dan saya kuasai.

Namun, menjadi blogger adalah yang paling unggul. Karena saya merasa senang, saya bisa dibilang menguasai, kemudian menghasilkan meski baru bisa buat jajan permen. Hehe.

Nah, coba temen-temen juga lakukan hal sama kalo masih bingung menentukan bakatnya sebagai apa.

Kerjakan dulu selama 1-5 tahun, atau jika ingin menengok ke belakang dari daftar bakat yang sudah dibuat bisa terlihat mana yang sekarang paling menghasikan, paling membuat senang, serta paling dikuasai.

Klue-nya, tiga hal tersebut.

Oh iya, satu lagi mungkin kegiatan yang sejak kecil atau lama sudah dikerjakan.

Ngeblog ini termasuk kegiatan yang sudah saya sukai dan lakukan ketika SMA. Yah, 10 tahun yang lalu mungkin.

2. Pilih Satu dan Tentukan Spesialisasinya

Zaman sekarang ini apa-apa serba spesifik, mendetail dan spesial. Termasuk juga hobi dan pekerjaan.

Anggaplah bidang desainer. Desainer itu harus spesifik untuk menciptakan brand. Memunculkan kepercayaan untuk kliennya.

Nggak bisa semua jenis bidang desain dikuasai. Terbilang adil, juga jadinya. Jika ingin punya nama, mau nggak mau harus memutuskan untuk memilih satu bidang.

Misalnya ingin terkenal sebagai logo desainer, ya harus spesialis sebagai logo desainer.

Kalo mau punya kepercayaan sebagai web desainer, harus sering-sering membangun portfolio desain web.

Begitu juga dengan bidang lain seperti vector art, drafter, layouter, anomator, photograper, dll.

3. Jangan Ragu Jangan Tergoda, Latih dan Terus Belajar

Godaan datang pada langkah ketiga. Hehe, ujian itu memang biasa. Saat sudah menemukan yang dicari, manusia justru malah mencari-cari yang belum ada. “Kan Angel, wes Angel kalo gitu.”

Ragu lihat orang lain sukses. Gelisah, ada tetangga tiba-tiba kaya dari bisnis jualan. Resah lihat teman sekelasnya dulu dapat jutaan dari pekerjaan sebagai Youtubber.

Percaya deh, keyakinan itu harus datang dari dalam hatimu sendiri. Andai, yang dikerjakan orang lain itu kamu yang ngerjain, belum tentu bisa berhasil loh. Ingat, kamu punya kelebihan sendiri, orang lain punya keunggulan sesuai kemampuannya.

Wis, to. Latih.. latih.. latih dan terus belajar cari ilmu. Jangan pernah berhenti belajar. Percayalah dengan dirimu sendiri. Jangan Ragu! Ukur hasilnya, terus tingkatkan. Jangan lupa berdoa minta pertolongan Allah.

4. Mencari Pasar yang Potensial sesuai bidang-mu

Bapak pemasaran dunia Philip Kottler, bilang bahwa: “Setiap produk, memiliki marketnya sendiri-sendiri.” Artinya, setiap bidang usaha, apapun jenisnya telah ada yang menunggu (customernya). Kamu hanya butuh mencarinya saja, kenalan dengan market kamu.

Dimana tempat berkumpulnya, apakah offline ataukah online. Apakah bapak-bapak, ataukah ibu-ibu. Apakah remaja, dewasa atau orang tua. Apakah middle, kelas menengah keatas atau menengah kebawah. Upaya ini harus melalui percobaan, actions! Supaya hasilnya akurat.

5. Tingkatkan Kualitas, Ber-innovasi & Selalu Kreatif

Katakanlah kamu sudah menemukan pelanggan dan pasar yang pas. Kira-kira, apa yang terjadi. Ya, mendapatkan benefit hingga menghasilkan uang. Namun, apa sudah cukup sampai disini? Tidak. Kalo kamu mencukupkan diri, di level ini akan ketemu yang namanya titik jenuh.

Kamu harus melangkah menuju sebuah zona yang lebih menantang lagi. Lebih aktif, kreatif serta innovatif. Perbaiki kualitas, libatkan pelanggan biasa menjadi loyal dan setia. Jangan terburu-buru menggarap skala global. Tenang, sabar. Pastikan lingkup yang kecil-nya dulu merasa puas dan senang dengan layanan ataupun jenis produk dan jasa kamu.

6. Milikilah Team yang Loyal, dan Jadilah Pemimpin.

Mungkin pada akhirnya, setiap orang yang awalnya mencari hobinya apa, bakat serta potensinya dimana. Ketika suatu proses telah dilalui, sukses serta menghasilkan uang. Memang sudah semestinya untuk meningkatkan kapasitas dirinya. Pekerjaan yang semula dikuasai, pada saatnya nanti tidak mungkin lagi dikerjakan sendiri.

Butuh peran serta bantuan orang lain. Nah, menjadi pemimpin itu bicara soal menjadikan orang lain sukses meraih karir ataupun menggapai impiannya. Nanti kamu akan merasakan kebanggan tersendiri membantu orang lain. Pada akhirnya, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya.

Akhir kata, semoga segera ketemu ya hobi yang bisa membayar kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.