Cara menghapus akun facebook permanen!

Diposting pada

Kemarin saya barusaja menghapus akun facebook pribadi saya. Lega sekali rasanya setelah melakukan hal yang cukup menyita banyak sekali pertimbangan. Selain facebook saya juga sudah menghapus akun instagram pribadi, akun twitter pribadi (twitter sudah cukup lama menghapusnya).

Wow! Benar-benar lega, bebas dan plong banget rasanya. Saya berharap kedepan setelah nggak punya akun medsos, saya bisa lebih fokus menulis di blog ini dan bisa meningkatkan topik bahasan yang saya bawakan agar lebih bermanfaat. Saya berharap bisa melatih dalam menyusun kata-kata yang lebih baik lagi.

Kalo akun medsos sudah terhapus. Kan, mau nggak mau ya nulisnya tinggal di blog saja, kan. Lagian blog ini kan juga berbayar. Masa perhatiannya terkalahkan sama medsos yang gratisan. Saya nggak mau itu terjadi dan alhamdulillah puji syukur saya sudah melangkah berpindah platform.

Alasan Menghapus akun Facebook

Apakah kalian mau menghapus akun facebook dan instagram juga? Yakin, nih? Saran saya silakan pikirkan matang-matang terlebih dahulu. Lakukan karena alasan yang bijak. Saya sendiri menghapus akun facebook lama saya karena akun itu membuat fikiran saya cukup terganggu. Ada banyak sekali waktu yang harus saya bagi untuk melakukan posting. Ada facebook, instagram, youtube (belum tergarap) dan blog. Gimana nggak pusing ngelola-nya. Belum lagi akun jualan, akun kantor, akun jualan buku, akun jualan rumah, akun jualan kosmetik-nya istri. Wow!

Ketika saya berada di facebook, saya memang bisa saja menuliskan pesan-pesan yang bermanfaat seperti dakwah, nasihat kebaikan, motivasi, melakukan promosi serta branding diri untuk bisnis. Hanya saja, saya juga memiliki peluang besar untuk melihat status-status orang lain yang berseliweran di beranda timeline.

Saya tidak bisa mengendalikan hanya status-status yang baik saja. Relevan dengan saya. Itu mustahil. Jadi saya pikir lebih baik get out from facebook dan totalitas berkarya melalui blog. Mungkin masih ada akun instagram, tapi bukan pakai nama pribadi dan itu tendensi-nya tidak sebesar ketika memakai nama pribadi. Entahlah, santai aja gitu sebab free for personal branding. Relax aja makai-nya.

Manfaat Facebook jika benar menggunakannya

Bagaimanapun juga, aplikasi facebook itu sebenarnya nggak salah. Asal kita bener makainya. Tapi yang namanya manusia, apalagi kayak saya ini ya justru lebih mudah terjerumus kepada mudhorot daripada memanen manfaat. Jujur saja, facebook business melalui ads-nya membantu saya mendapatkan ribuan data prospek. Membantu orang-orang yang butuh rumah, jadi tahu dan bahkan pernah ada yang survey belum lama. Saya masih menyisakan satu akun facebook untuk keperluan ini. Namun sedang berupaya menghapus semua postingannya karena saya nggak mau tenggelam disana lebih dalam lagi. Tujuannya cuma untuk kebutuhan ads facebook marketing aja sih.

Kerugian memakai facebook

Saya melihat semuanya, mulai status-status yang tidak bermanfaat sama sekali. Status kebencian, emosi, kelelahan, frustasi, sindiran. Status yang memiliki pesan negatif, humor dan puluhan video yang tanpa sadar telah merenggut waktu saya hingga 15-30 menitan dalam sekali nonton.

Selain kuota, ternyata memory ponsel dan juga waktu saya habis hanya untuk satu platform berlogo huruf “f” berwarna biru ini, facebook. Masih ada lagi dampak negatif yang nggak terlihat namun sebenarnya memiliki pengaruh yang cukup besar. Yaitu berkenaan dengan respon diri seperti menjadi membanding-bandingkan kehidupan pribadi dengan orang lain. Mood yang tiba-tiba buruk. Emosi tidak stabil. Putus asa. Kelelahan mata. Stress fikiran dan kebiasaan posting tulisan yang tidak benar-benar seharusnya.

Ternyata tetap bisa hidup tanpa facebook

Sebelum menghapus akun facebook, saya mikirnya lama. Gimana ya kalo facebook saya hapus, nanti jarang ketemu sama teman-teman dong. Nggak bisa melihat status dan kabar mereka. Nanti rezeki saya juga ngaruh nggak ya, takut jadi nggak ada yang beli karena jadi jarang yang melihat saya di facebook. Nongol di facebook, juga merupakan sarana dalam membangun branding. Hmm, padahal sih aslinya ya selama ini juga nggak banyak yang beli produk yang saya jual langsung ke saya lewat facebook.

Tapi kemudian alasan-alasan itu semua terenyahkan karena saya membayangkan kehidupan ayah dan ibu saya dikampung. Lah mereka pada hidup di kampung dan gak pernah kenal sama sekali dengan internet tetep bisa makan. Tetep bisa bahagia, justru malah makin tenang deh kayaknya. Nggak terkontaminasi sama stress, fastlivingg, digital life terlalu over.

Duh, saya jadi makin kesengsem pengen segera left from facebook. Udah gitu yang paling sering saya amati, ya sebenarnya cuma gitu-gitu aja sih aktifitas bermain facebook. Ada temen yang nyetatus, terus gak tau alasannya kenapa kayaknya harus ngasih like, komen amiin, bilang makasih.

Udah gitu yang ditulis biasanya status yang singkat-singkat. Pendek dan sekilas saja. Itu kan mungkin “value-nya” kurang begitu mendesak. Ya, cuma untuk sekedar melepaskan penat mungkin. Atau meyakinkan diri mengenai dream, melegakan harapan-harapan, melepas kekesalan atau pelampiasan. Mungkin pendapat saya salah, semoga aja salah. Ya tapi boleh aja kan saya berpendapat begitu.

Cara Menghapus Akun Facebook Permanen

Oke sekarang saya akan tunjukkan caranya. Sangat simpel dan mudah. Kalian bisa melakukannya dari HP langsung ataupun lewat laptop. Saya sendiri melakukannya melalui ponsel.

  1. Klik https://facebook.com/help/delete_account#_=_
  2. Konfirmasi penghapusan akun permanen (klik hapus akun)
  3. Konfirmasikan bahwa ini akun Anda (isikan sandi, lalu klik tombol lanjutkan)
  4. Done! Ada keterangan akun benar-benar akan terhapus permanen dalam waktu 30 hari berikutnya
menghapus akun facebook permanen

Nah, selesai sudah. Silakan dipraktikkan jika kalian berniat ingin menghapus akun facebook secara permanen. Sebelum menghapus, pastikan cek dahulu barangkali ada tulisan-tulisan panjang yang ingin disalin. Atau foto-foto penting yang ingin disimpan. Facebook memberikan juga akses untuk mentransfer data ke akun google photos. Sekali lagi, gunakan facebook secara bijak. “Tidak ada yang salah dengan teknologi. Kita-lah yang salah menggunakannya.”

Last Updated on 29 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.