6 Tips Menjadi Introvert yang Tak Mudah dilupakan

Diposting pada

Manusia hidup di dunia hanya sebentar saja. Setelah itu lalu meninggalkan semuanya dan kemudian dilupakan.

Ya, dilupakan dalam waktu yang lama. Dilupakan karena tidak terlihat lagi. Karena sudah tidak berwujud, tidak tinggal di bumi.

Dilupakan karena tidak teringat, karena tidak ada jejaknya, tidak menyisakan sisa jasa-jasa. Juga dilupakan karena tidak ada yang bergejolak didalam hati manusia yang mengenalnya karena tidak pernah memberi.

Memberi dalam arti apasaja, tak mesti selalu harga dan uang melainkan bisa dalam bentuk nasihat, tulisan atau apapun itu.

Manusia nanti benar-benar akan dilupakan oleh teman, sahabat dekat, bahkan keluarga. Mungkin malah anak-anak kita. Mereka nanti akan menemui kesibukannya sendiri.

Hanya sedikit mungkin yang diingat dari kita. Kesibukan yang nyata di depan mata, memang membuat lupa sesuatu yang tak kasat mata meski berharga.

Jadi, apakah sudah hanya seperti itu saja kehadiran kita di bumi? Peran kita untuk sesama, sedikit sekali. Sungguh sangat menyedihkan kalau begitu. Kita ujung-ujungnya dilupakan.

dilupakan
IMDB: Screen Shot of Film Coco. Memudar jika dilupakan.

Lahir..
Hidup sebentar..
Lalu, dilupakan ..?

Yuk. Terus belajar menjadi insan yang bermanfaat. Serta agar tidak mudah dilupakan, senantiasa terus didoakan, menerima pahala, senantiasa hidup dalam ingatan dan kehidupan orang-orang baik saat kita masih ada maupun telah tiada.

Caranya supaya tidak mudah dilupakan

Setidaknya ada 6 hal agar kita tidak mudah dilupakan. Nggak usah harus punya semuanya, kamu punya 3-5 poin dari yang saya sebutkan dibawah ini sudah bagus. Apa saja? Simak:

1. Memberilah

Tinggalkan pemberian berupa barang fisik yang berharga agar sering terlihat, diingat. Dalam memberi, selalu gunakan prinsip beri yang terbaik, berikan kualitas, kasih sesuatu yang sangat berharga. Kalau kita cinta sama barang tersebut, itu sudah cukup menjadi ukuran barang yang bisa kita berikan untuk sesama.

2. Hidup dalam Ingatan

Hiduplah tidak hanya di dunia, tapi di setiap ingatan-ingatan yang dimiliki manusia. Tetaplah berbicara, tetaplah bersuara didalamnya. Teruslah mengingatkan kebaikan dalam fikiran-fikiran dan hati. Selalu pancarkan kehangatan taktala orang lain menyendiri melalui kata-kata yang menyemangati serta menggerakkan.

3. Berkarya

Tinggalkan jejak berupa karya, karena karya itu harum aromanya. Semangat motivasinya terus berkobar, tak padam, mengarahkan jalan bagi pembacanya bak cahaya dalam kegelapan. Menjadi penuntun bagi yang awam. Terkadang sesuatu yang menurut kita biasa-biasa saja, tapi bagi orang lain nilainya berharga. Jadi, sampaikanlah saja. Jangan kuatirkan hasilnya. Itu tugas kita.

4. Terlibat Proyek Besar

Terlibatlah dalam penggerak suatu perubahan atau pencapaian besar, seperti bung karno yang tak pernah terlupakan khas nada suaranya saat melantunkan proklamasi. Bahkan setiap setahun sekali ruh perjuangannya masih terasa di dada. Seperti bung tomo yang seruan takbirnya masih membuat kaki-tangan bergetar. Berkontribusilah untuk sesama manusia, melalui bidang keahlian kita. Jadilah visioner.

5. Beramal yang Jariyyah

Sedekah jariyah-lah seperti sumur Usman bin Affan yang sampai saat ini masih mengalirkan airnya, atau turut dalam membangun masjid, memberi alquran, membangun rumah yatim, atau niatkan mengajar serta mencari nafkah buat anak kita sendiri, berjuang bersungguh-sungguh untuk mereka. Itu semua insyaallah sebuah amal jariyah.

6. Menjadi Penemu

Jadilah penemu seperti Edison. Dimana sampai sekarang namanya masih disebut-sebut. Ia masih diingat sebagai penemu bola lampu sampai sekarang, bahkan mungkin royaltinya juga masih mengalir.

Buatlah metode yang lebih mudah yang terus dilakukan oleh banyak orang karena kemudahannya. Di dunia ini hanya ada dua jenis perkembangan. Sesuatu yang baru hadir, atau yang lama yang sudah ada diperbaharui. Kita nggak harus wajib jadi penemu juga, kadang perlu menjadi penyempurna.

7. Jadilah Unik

Energi nggak akan musnah. Hanya berpindah, maka ciptakanlah media serta ruang untuk energi kita. Seperti suara-suara khas kita, warna favorit, kesukaan, hobi, benda-benda faforit atau lokasi khas, atau karakter khusus kita, sehingga orang lain akan teringat dengan kita.

Jadilah introvert yang terus diingat, seperti terangnya nyala lampu.

Yang sinarnya menerangi, memudahkan orang lain. Memberi manfaat dalam diam dan gelapnya kehidupan. Jika kamu tidak bisa menjadi sesuatu yang akan diingat oleh banyak orang.

Cukup jadilah sesuatu yang diingat oleh satu orang saja namun orang itu terus menyiarkan nama kamu sehingga pancaran dirimu masih terus berpendar dan dikenal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.