Jadilah Introvert Versi Kamu Sendiri

Diposting pada

Jadi orang introvert itu kadang bingung sendiri, ya. Apalagi kalau belum benar-benar memaknai apa itu sebenarnya introvert. Memang, perjalanan menemukan istilah introvert sendiri sangat beragam caranya. Belum lagi ditambah dengan banyaknya artikel yang menjelaskan pengertian introvert yang berbeda-beda serta segudang problem-prolem yang dibawanya.

Duh, saya pernah mengalami fase itu. Melelahkan sekali, tapi pada akhirnya bebuah menyenangkan. Ya, begitulah perjalanan. Setiap orang memulainya berbeda-beda. Teruslah melangkah, teruslah mencari definisimu sendiri. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk kembali percaya dengan definisi introvert menurut saya sendiri.

Habisnya, membingungkan kalau harus mengikuti definisi umum yang banyak disampaikan. Saya nekat memutuskan bahwa introvert itu keren, unik, beruntung jadi introvert, serta menantang. Introvert bukan kelompok orang-orang yang lemah, atau terpinggirkan. Sama sekali bukan. Namun introvert adalah tipikal orang dengan sikap yang kalem, diam, tenang, namun fikirannya sangat kreatif dan kaya.

Introvert ujung-ujungnya adalah sebuah seni untuk mengelola energi. Ketika sudah pandai dalam mengelola bagian terpenting ini, maka semuanya akan ringan dibawa. Termasuk dalam pandangan hidup, bakat, teman, pekerjaan, dan yang paling menyenangkan adalah saat bercengkrama dengan tuhan.

Yakin lah kalian, untuk berkomunikasi kepada Allah (bagi muslim) dibutuhkan skill introvert. Harus dengan lembut (al-lathifu) dan serius. Dalam suasana yang tenang (quiet). Serta kondisi emosional yang pasrah, mengakui dirinya lemah sebagai mahluk.

Cara menjadi introvert yang baik dan benar

Baiklah, langsung saja ya. Kemudian buat yang masih dalam pencarian diri untuk menemukan makna hidup, serta definisi introvert. Atau bagi kamu yang masih bingung sebaiknya gimana menjadi orang introvert yang selalu bahagia, semangat, ceria dan selalu tersenyum bahkan bisa bercanda dan tertawa ria. Berikut ini, sedikit tips dan langkah-langkahnya.

1. Menerima diri kamu sebagai orang introvert

Pertama yang harus kamu lakukan adalah bersyukur. Ingat, Allah pasti menakdirkan kamu jadi orang introvert karena Allah lebih tahu ketimbang diri kamu sendiri tahu dengan dirimu. Tugas kita, nerima saja. Bersyukur saja. Mensyukuri dengan sebaik-baiknya. Supaya jiwa tidak berontak, supaya selalu dibimbing dan dituntun dalam hidup di bumi-Nya.

Dengan menerima diri kita sebagai seorang introvert, ini awal untuk bahagia, semangat, serta pintu menuju tempat-tempat terbaik yang ada diseluruh dunia. Poin pertama ini “Penerimaan diri” wajib hukumnya.

2. Mengenali apa itu introvert dan lalu mencintainya

Sering dengar kan, istilah tak kenal maka tak sayang. Lha yo sama. Kamu nggak akan bisa bahagia dalam hidup sebagai orang introvert, kalo kamu nggak bisa mencintai karakter introvert. Untuk bisa cinta, kamu harus kenal dulu apa itu introvert.

Supaya kenal kamu harus banyak belajar. Bukan sama saya, saya bukan ahli. Saya cuma sekedar introvert aja, nggak lebih. Hanya suka aja mengulik segala hal yang berkaitan degan introvert. Terutama yang berhubungan dengan kemajuan dan pengembangan diri.

3. Menemukan potensi diri, bakat dan keahlian

Bagaimanapun juga nanti setelah kamu menemukan definisi, bekal-bekal menjadi introvert yang baik. Tetap akan dibutuhkan bakat, keahlian, potensi kamu untuk melangsungkan kehidupan. Potensi ini titipan tuhan yang harus kamu cari dan temukan. Dengan mengetahui apa potensi kamu, bakat dan keahlian kamu maka hidup menjadi lebih terarah.

Kamu tahu mana yang benar-benar penting untuk kamu lakukan, dan mana yang sebaiknya kamu tinggalkan. Dengan bakat dan keahlian, kamu bisa mendulang rezeki melalui profesi ataupun hobi. Segera lakukan beberapa percobaan kalo kamu masih belum yakin bakat kamu apa. Karena semakin banyak yang dicoba, semakin jelas apa bakat yang sesungguhnya.

Pada akhirnya kamu akan mengambil satu, dua atau tiga besar. Kamu akan mencari mana yang paing kamu kuasai, menghasilkan serta membahagiakan.

4. Membahagiakan diri dengan menyendiri

Yang paling menyenangkan sebagai introvert itu, menyendiri. Ini susah dijelaskan, tapi saya bisa merasakan. Cukup dengan diam, membaca buku atau berfikir apa saja itu sudah membuat bahagia. Kenapa kita harus membahagiakan diri, ya karena kita hidup di dunia kan butuh perasaan selalu bahagia.

Bahagia itu juga bagian dari fitrah, terus enaknya sebagai introvert itu kalo mau membahagiakan diri sendiri cukup dengan menyendiri, di ruang sepi, sunyi. Itu sesuatu yang lebih istimwa, ketimbang pentas di suatu acara konser.

5. Memperbanyak berbagi, bercerita dan menulis

Meski sebagai introvert, tetep juga sebagai mahluk sosial yang butuh pertolongan dan peran orang lain. Kita nggak bisa hidup sendiri, atau hidup dengan sesama introvert sama. Tetap butuh juga orang-orang yang ekstrovert. Jadi kadang kita menganggap bahwa orang ekstrovert itu saingan kita.

Ini fatal, banget. Karena banyak orang ekstrovert yang akan membantu kita juga. Sebaliknya pun sama. Ekstrovert nggak akan bisa hidup sendiri tanpa peran introvert. Intinya hidup itu perlu keseimbangan. Nggak bisa berat sebelah, nggak bisa kaku. Harus fleksibel. Adanya introvert dan extrovert adalah untuk saling melengkapi.

Introvert itu banyak menyerap energi, tapi kadang sedikit sekali mengeluarkan energi. Lebih banyak Input ketimbang Output (padahal idealnya ya harus seimbang). Karena rata-rata mereka tidak percaya diri. Akhirnya introvert mudah stress, bimbang, ragu, bingung atau cemas sendiri.

Kalo sudah gini, perbanyak istigfar karena kamu telah menyulitkan diri kamu sendiri. Imbangi informasi yang masuk didalam fikiran mu dengan berbagi, bercerita, menulis serta berpetualang (Do). Banyak cara untuk melakukannya, kalo saat ini internet sudah mudah aksesnya. Bisa dengan memulai membuat blog, podcast, menulis buku, membuat catatan diary, atau apa saja yang bisa mengurangi apa yang dibawa masuk ke dalam diri sehingga in & out nya seimbang.

Berbagi, bisa juga dengan bersedekah. Dijamin, ini sebuah kenikmatan tersendiri. Kalo nggak percaya, coba deh. Sering-sering dan rutinkan. Ada perasaan lega dan bebas setelah melakukan sedekah.

Nah, mungkin lima poin itulah, cara untuk menjadi introvert yang baik dan benar menurut saya. Tentu saja, yang paling benar itu tidak ada. Yang paling enak, adalah cara kamu sendiri. Maka untuk itu, terus kenali diri kamu, temukan potensi & karakteristik khas dirimu yang unik.

Say Happy Everytime 🙂 #Introvert

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.