Hey nak. Bagaimana caranya nanti ayah bilang kepadamu !

Diposting pada

Jangan mengenal cinta dulu. Tunda-lah pernikahanmu. Sebab, makin kesini makin muda-muda saja orang menikah. Carikah bekal dulu. Carilah ilmu yang cukup dulu, biar bahtera-mu selamat. Kalo sudah hadir orang anak, kamu sudah terikat. Ada tanggung jawab yang nggak bisa ditinggalkan. Ayah lihat, kok makin akhir menuju zaman. Makin muda orang menikah.

Perlu paham kamu nak. Bukan ayah melarangmu. Hanya saja, ayah meminta untuk menyiapkan bekalnya. Ukurannya seperti apa dikatakan bekalnya sudah siap? Yang pasti bukan umur. Umur 25 tahun, bukan jaminan usia yang tepat untuk menikah dan bisa beda-beda antara orang satu dengan lainnya.

Dulu, waktu ayahmu hendak meminta izin menikah. Mbah putri sempat syok. Kaget. Bingung. Karena melihat ayah masih sangat muda. Dia seperti nggak bisa terima. Tapi karena sudah kenal cinta, maka cinta itu penyakit. Dan menikah adalah obatnya.

Jadi, mau nggak mau ya embah putri harus menerima kenyataan kalau anaknya mesti nikah muda. Tapi ada banyak sekali yang diuntungkan buat ayah berkah nikah muda ini. Pertama, ya ayahmu bisa ngasih nasihat buat-mu nak. Kok ayah bisa tahu, kalo kamu butuh nasihat cinta seperti ini?

Ayah mengamati teman-teman ayah. Juga orang-orang yang usianya sedikit dibawah ayah. Mereka menikah, dan lalu persis seperti tebakan ayah. Anaknya! Kasihan anaknya. Sosok ayah yang dimiliki terlalu belia. Nggak seperti orang tua zaman dulu. Mantap. Siap. Dewasa.

Pada zamanmu nanti nak, akan lebih dahsyat kondisinya. Makin banyak anak-anak kecil yang akan menikah. Sementara yang sedikit lebih tua usianya, dan belum menikah. Gelisahnya makin menjadi-jadi. Padahal harusnya ia adalah yang selamat.

Kenapa. Karena masih bisa belajar. Masih bisa kumpulkan bekal. Saran ayah, nak. Kamu harus merantau saat muda. Keluarlah dari tempat tinggalmu sejenak. Tapi perjelas tujuannya apa. Berapa lama waktu merantaunya. Untuk apa melakukan perantauan?

Dengan merantau, kedewasaan dan kemandirian kamu akan tumbuh. Dengan merantau, kamu bisa mengantongi ilmu penting yang ada di belahan bumi lain. Ilmu bisnis. Ilmu adab. Ilmu agama. Dengan merantau, kamu akan punya kenalan orang baru. Bisa jadi, disini kamu akan ketemu sama jodohnya. Tapi ingat dan awas untuk soal ini. Janganlah terburu buru.

Ayah tak tahu bagaimana cara menjelaskan alasannya mengapa. Sebab, kamu akan tahu setelah nanti menikah. Ayah merasa bahwa ada banyak sekali perkara-perkara besar yang seharusnya ayah telah lakukan. Namun sangat terbatas. Selain memang tipikal ayah sendiri orangnya tertutup (introvert).

Ayah cuma nggak mau. Kamu itu sama dengan kebanyakan orang-orang di zamanmu. Yang lain nikah. Kamu ikut nikah. Yang lain maen kesana, kamu ikutan kesana. Jadilah unik. Istimewa. Jangan sama dengan kebanyakan.

Makanya ayah ngasih nama Nadira, yang artinya unik. Agar kamu punya keistimewaan yang bermanfaat, berguna, panjang. Ayah ngasih nama Salman, supaya selamat. Dalam hal apa saja. Baik untuk dunia juga akhirat.

Coba buat rangkuman pesan-pesan ayah ini ya. Lalu, tolong dipraktikkan. Selalu diingat arti namamu pemberian dari ayah dan bunda ini ya.

Last Updated on 19 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.