Artikel ini telah dilihat : 213 kali
hidup ini indah

Hidup ini tidak adil. Yakin?

Diposting pada

Hidup ini sungguh tidak adil. “Saya yang berjuang sangat keras. Berusaha banting tulang. Pontang-panting, tapi hanya segitu yang didapat. Sementara orang lain yang hanya sebentar saja kerjanya. Bahkan, kadang nggak hadir ke kantor dapat penghasilannya cukup besar. Sungguh hidup ini nggak adil!”

Diatas adalah contoh kondisi kehidupan yang mungkin dialami salah satu manusia diatas bumi. Mungkin hatinya sudah sangat lelah, atau sedang sangat down menanggung segunung masalah. Hingga mengungkapkan bahwa hidup di dunia ini tidak adil.

Terus, kalau hidup ini memang nggak adil. Kira-kira siapa yang mau kita tuntut atas ketidakadilan ini? Tuhan? Allah? Masa iya kita mau nuntut sang pencipta. Pertama, tidak akan mungkin mahluk (ciptaan) menuntut pencipta (Allah). Kedua, lantas kalo yang menjaga isi bumi adalah Allah. Apa iya, Allah memperjalankan kehidupan ini dengan ada suatu unsur “ketidakadilan?”

Rasanya enggak ada.

Nah, sebelum lanjut memahami cara mendapatkan kehidupan yang adil. Terasa adil. Mari kita pelajari dulu cara kerja mesin pencari google dan kesamaan dengan prinsip adil.

1. Kompetisi Ranking Satu Google

Untuk mendapatkan ranking satu di mesin pencarian google. Sebuah website, tidak serta merta membuat konten saja. Melainkan ada banyak tahapan, faktor, serta algoritma yang bekerja. Seperti halnya manusia, untuk sukses harus berjuang.

Nah, bagi website yang sudah lama ada. Maka dipercaya oleh google untuk lebih dilihat (dipercaya) konten-kontennya ketimbang blog yang baru. Dinamakan domain authority, kalo gak salah. Begitu juga manusia, yang bisa amanah ia akan mendapatkan pecercayaan.

Terus, ada optimasi on-page, off-page. Rujukan link. Kekayaan isi konten. Kualitas. Konsistensi posting. Yang semua itu berujung pada kepercayaan manusia selaku pencari informasi dan oleh google sebagai mesin pencari.

Nah, bagi website yang nggak bisa memenuhi anjuran diatas. Ya, sulit untuk bisa meranking di google. Sedangkan yang konsisten, selalu menyajikan konten berkualitas, bermanfaat, user friendly. Maka google memberi hadiah untuk disugessted ke pencari (user).

Adil, kan?
Kompetisi seo google, adil kan..?

Meski mungkin ada yang curang (black hat). Tapi nanti juga akhirnya akan ketahuan. Akan ada seleksi alam.

Algoritma google membuat kompetisi lebih adil. Bisa mengetahui mana yang bener dan sungguh-sungguh. Mana yang melanggar kebijakan. Mana yang kontennya copas. Mana yang cuma mau nyari untungnya aja, tapi gak mau melalui prosesnya. Yang cara jahat, pasti akan tereliminasi.

Google, tau semua itu. Jadi, yang menang di page one. Itu sudah adil, se-adil-adilnya. Insyaallah, percaya aja sama google. Kita gausah pusing atau protes. Intinya kompetisi google itu adil.

2. Kompetisi Kehidupan Yang Sesungguhnya

Lalu, hidup ini dengan peran manusia terdapat dua tipikal didalam memerankannya.

Pertama. Kadang kala, ada yang hidupnya enak, punya kekayaan banyak, punya kerjaan bagus, rumah besar, mobil mewah, dan lain-lain.

Kedua. Ada juga yang mohon maaf, masih diuji. Sudah usaha keras, tapi masih belum berhasil. Sudah mencoba cara ini-itu, tetap juga hasilnya nihil. Hidup masih susah, masih menderita.

Nah, dari kondisi diatas itu. Belum tentu juga yang hidupnya sudah enak karena disayang Allah. Atau yang susah, dibenci Allah. Tidak!

Bisa aja, semua keadaan yang diatas hanya ujian. Sebagai ujian Allah kepada hambanya. Dari mereka, Allah akan lihat siapa yang paling baik (tepat) amalnya.

Qs. Al-kahfi

Bukan, gambaran kehidupan nyata. Allah masih terus dan selalu mengujinya selagi masih hidup. Masih diberi umur.

Kompetisi kehidupan yang sesungguhnya aslinya bukan nyari kondisi enak. Bukan itu, finalnya. Ya kondisi enak, itu dicari. Karena kalo didapat, kita akan bisa pakai untuk agama.

Tapi yang sungguh-sungguh abadi, adalah kita hidup untuk mencari keridho’an Allah. Kesukaan Allah pada kita. Bukan kebencian-Nya. Karena kadang dalam kondisi seneng atau susah, kita diuji. Pas gitu, apakah sikap kita membuat Allah bangga atau murka.

Misal pas dikasih rezeki banyak, terus ada yang butuh pertolongan ingin minjem uang lalu jawabnya “enak aja minjem uang, ini uang hasil jerih payah selama 20 tahun! Kalo mau punya uang ya kerja.”

Nah, seperti itu mungkin sebagai ujian Allah atas hambanya. Kira-kira, saat didatangkan kondisi uangnya akan dipinjam. Hatinya akan mau menolong atau enggak peduli.

3. Hidup ini adil. Seadil-adilnya.

Ada rahasia yang nggak bisa kita ungkap. Hanya Allah yang tahu. Termasuk menentukan kalo hidup nggak adil. Padahal, kehidupan yang ciptaan Allah ini sudah sempurna. Nggak mungkin enggak! Jadi, sudah pasti adil. Adanya.

Yang penting kita harus selalu dalam rulesnya Allah dimanapun kita berada. Yang dilarang, jauhi. Yang disuruh, dekati dan lakukan.

Qs. Lukman

Allah akan balas perbuatan baik ataupun buruk bahkan hanya sebesar biji sawi yang ada di dalam batu. Allah maha melihat. Dan itu bukti kalo Allah maha adil. Entah balasnya didunia atau di akhirat. Itu mutlaq. Rahasia Allah.

4. Agar disayang Allah

Nah, penutup tulisan. Kita pasti pengen jadi orang yang beruntung. Ya! Dimudahkan urusannya. Allah yang bantu. Dijaga kesehatannya. Imannya. Amalnya. Keluarganya. Hartanya. Enak banget kalau bisa deket sama Allah.

Nah, gimana dongs tipsnya. Versi me aja ya, sedikit pengalaman. Gak tentu benar atau mungkin sama, juga. Tapi boleh kalo mau dibaca dan analisa.

1. Cinta dulu.

Kita harus punya rasa cinta yang tulus sama Allah. Gimana kita berterimakasih atas hadiah hidup ini. Dengan hidup ini kita bisa berjalan, melihat indah kembang dan wangi bunga. Menikmati suasana senja. Merasakan emosi. Merasa bahagia. Mencintai pasangan kita. Yang laki-laki bisa cinta sama perempuan. Yang peremouan juga bisa mencintai laki-laki. Itu kan kodrat Allah yang harus disyukuri.

Bisa berbuat baik, bisa menolong orang. Dikasih kesempatan buat sholat. Menikmati bacaan alquran. Bisa keluar air mata saat tahajjud. Bisa merasakan semangat, antusias, bisa merasakan lega. Plong. Semua itu karena kita manusia. Ahsanittaqwim. Bukan robot yang diprogram, dan bekerja.

Nah, dengan memikirkan apa yang bisa dilakukan manusia diatas. Aslinya kita gak bisa kalo mau balas itu nikmat-nikmat yang dikasih-Nya. Nggak kehitung bener, deh nikmat dan sayangnya Allah sama kita. Seharusnya kita berterimakasih sama Allah (syukur). Yang ujungnya adalah jadi cinta sama Allah. Tulus, cintanya tumbuh karena kita menyadari bahwa Allah ngasih banyak kasih sayang ke kita yang tak terhitung banyaknya. Kalo cinta sama Allah udah dapet. Kita akan tenang hidup. Kita akan tawakkal. Percaya kalo selama menjalani hidup ini kita akan disayang sama Allah. Kan Allah sesuai prasangka hambanya.

2. Taqwa.

Jauhi maksiyat. Kerjakan anjuran. Ini kaitannya sama rukun iman dan islam. Setelah kita punya cinta sama Allah. Selanjutnya kita harus beramal. Cinta itu awalannya. Dasarnya. Amal itu beda. Amal ini yang akan dihisab. Dibalas. Ditimbang.

Perbanyak saja amal baik. Upayakan, hindari amal jelek. Baik sama Allah maupun mahluk Allah.

3. Ihsan.

Takut sama Allah, merasa seokah-olah Allah selalu ngawasin kita. Jadi, pas kita ditempat sunyi, gak ada siapapun gak akan berani berbuat jelek. Karena Allah mengetahui. Nah, kalo gak punya rasa ihsan, maka kalo ditempat sepi main yang enggak-enggak, ngelakuin yang dilarang mungkin berani. Kan gak ada orang yang lihat. Tapi kalo diterapkan sikap ihsannya, jadi takut karena pengawas langsung dimana saja adalah Allah.

3. Sayang sama rasulullah, serta sayang sama ibu bapak.

Rasulullah adalah nabi kita. Pembawa risalah islam. Allah menganjurkan kita bershalawat kepadanya. Lalu, ke orang tua harus berbuat baik. Terutama ibu, karena ridhonya Allah digantung pasa ridho si orang tuanya. Kuncinya, kalo ortu sayang ama kita. Insyaallah, seperti itu juga sayangnya Allah sama kita. Rasain aja kayak gimana orangtua ngasih kita kasih sayang. Mungkin bakal beda-beda disini. Tapi, intinya adalah kalo kita sayang sama ortu. Insyaallah, Allah juga sayang sama kita deh.

4. Kerjakan yang sunnah-sunnah.

Nah, kalo yang sunnah yang notabene nggak papa nggak dikerjakan tapi malah dilakukan. Maka, Allah amat senang. Jika tulus dilakukan karena mengharap ridho-Nya. Kerjakan tahajjud, shalat dhuha, memba alquran, dll. Insyaallah, itu yang paling saya rasakan yang membuat Allah sayang. Pasti setiap orang akan beda-beda, sekali lagi ya.

Nah, sekian dulu ya. Hidup ini sangat adil. Karena ada rahasia Allah yang kita nggak tahu (terbatas ilmunya) untuk tahu.

Last Updated on 6 Januari 2021

Gambar Gravatar
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa (Al - Imran: 133)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.