Bacaan Sujud Tilawah Serta Cara Melakukannya

Diposting pada

Sujud Tilawah itu dilakukan karena membaca atau mendengar ayat sajadah yang terdapat dalam alquran. Jadi, karena saya cukup sering menjumpai tanda ayat sajadah dalam alquran. Saya tahu, bahwa dianjurkan untuk bersujud saat membaca atau berjumpa ayat ini.

Namun, saya belum tahu cara melakukannya. Apakah seperti sujud biasa, atau beda. Dan yang selama ini telah saya lakukan adalah seperti sujud biasa. Ternyata memang seperti itu, hanya saja ketika saya membaca jadi mengerti sekarang, apa keutamaannya, bacaannya serta cara melakukan sujud tilawah.

Keutamaan Sujud Tilawah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَا وَيْلَهُ – وَفِى رِوَايَةِ أَبِى كُرَيْبٍ يَا وَيْلِى – أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ

“Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata-kata: “Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka.” (HR. Muslim no. 81)

Hukum Sujud Tilawah

Para ulama sepakat (beijma’) bahwa sujud tilawah adalah amalan yang disyari’atkan. Di antara dalilnya adalah hadits Ibnu ‘Umar:

كَانَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ فَيَقْرَأُ سُورَةً فِيهَا سَجْدَةٌ فَيَسْجُدُ وَنَسْجُدُ مَعَهُ حَتَّى مَا يَجِدُ بَعْضُنَا مَوْضِعًا لِمَكَانِ جَبْهَتِهِ

Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca Al Qur’an yang di dalamnya terdapat ayat sajadah. Kemudian ketika itu beliau bersujud, kami pun ikut bersujud bersamanya sampai-sampai di antara kami tidak mendapati tempat karena posisi dahinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian para ulama berselisih pendapat apakah sujud tilawah wajib ataukah sunnah. Menurut Ats Tsauri, Abu Hanifah, salah satu pendapat Imam Ahmad, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, sujud tilawah itu wajib. Sedangkan menurut jumhur (mayoritas) ulama yaitu Malik, Asy Syafi’i, Al Auza’i, Al Laitsi, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur, Daud dan Ibnu Hazm, juga pendapat sahabat Umar bin Al Khattab, Salman, Ibnu ‘Abbas, ‘Imron bin Hushain, mereka berpendapat bahwa sujud tilawah itu sunnah dan bukan wajib.

Daftar Ayat Sajadah Dalam Alquran

  1. Al-A’raf Ayat ke-206
  2. Ar-Ra’d Ayat ke-15
  3. An-Nahl Ayat ke-50
  4. Al-Isra’ Ayat ke-109
  5. Maryam Ayat ke-58
  6. Al-Hajj Ayat ke-18
  7. Al-Hajj, Ayat ke-77 (termasuk ayat sajadah menurut Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hambali)
  8. Al-Furqan Ayat ke-60
  9. An-Naml Ayat ke 25-26
  10. As-Sajdah Ayat ke-15
  11. Fussilat Ayat ke-38
  12. An-Najm Ayat ke-62
  13. Al-Insyiqaq Ayat ke-21
  14. Al-‘Alaq Ayat ke-19
  15. Sad Ayat ke-24, (tidak termasuk ayat sajadah menurut mazhab syafi’i dan mazhab Hambali, melainkan ayat yang disunnahkan untuk sujud syukur bila dibacakan.)

Cara Melakukan Sujud Tilawah

  1. Sujud tilawah cukup dilakukan dengan sekali sujud
  2. Bentuk sujudnya sama seperti sujud saat shalat
  3. Tidak disyariatkan untuk takbiratul ihram dan salam
  4. Disyariatkan untuk bertakbir sebelum sujud, dan saat bangkit dari sujud

Apakah sujud tilawah harus dalam keadaan berwudhu, menurut referensi dari rumaysho.com itu lebih utama namun lebih tepat melakan sujud tilawah meski tidak dalam keadaan berwudhu seperti yang dilakukan oleh ibnu umar. Serta tidak harus menghadap kiblat. Jika sedang berada dalam kendaraan, maka bersujudlah dengan isyarat.

Bacaan Sujud Tilawah

Bacaannya sama seperti bacaan sujud saat shalat. Paling mudahnya. Yaitu:

bacaan sujud tilawah

Dari Hudzaifah, beliau menceritakan tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ketika sujud beliau membaca:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

“Subhaana robbiyal a’laa” [Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi] (HR. Muslim no. 772)

Bacaan sujud tilawah yang lainnya, ada yang berpendapat seperti ini :
سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِ
“Sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo samahu, wa bashorohu bi khaulihi wa kuuwatihi fatabarakallahu ahsanul kholiqiin”

Wallahua’lam Bishhowab. Artikel ini adalah ringkasan, untuk keperluan hafalan dan belajar melakukan sujud tilawah. Untuk bahasan yang lebih lengkap, silakan menuju tulisan aslinya, dari situs web rumaysho.com dibawah ini

Sumber Referensi Artikel:

https://rumaysho.com/1048-panduan-sujud-tilawah-1-keutamaan-dan-hukum-sujud-tilawah.html

https://rumaysho.com/1050-panduan-sujud-tilawah-2-tata-cara-sujud-tilawah.html

https://kumparan.com/berita-hari-ini/bacaan-sujud-tilawah-dan-tata-cara-pelaksanaannya-1umeigeGb9V/full

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.