Artikel ini telah dilihat : 121 kali

14 Jenis Konten Blog & Cara Membuatnya

Diposting pada

Ternyata, konten blog itu jenisnya ada banyak ya. Sehingga untuk kalian para “blogger” bisa menggunakan salah satu dari beberapa jenis konten yang ada. Tidak perlu bingung memilih konten mana yang seharusnya dibuat, namun tidak menutup kemungkinan untuk kalian mencobanya. Kalo kalian sabar dan ingin jago dalam membuat konten sebaiknya mempelajari cara mengembangkan konten blog sesuai dengan tujuan pembuatan konten.

Tentukan Tujuan Pembuatan Konten

Kebanyakan pembuat konten, lupa sama tujuannya. Termasuk saya, hehe. Kadang karena keasyikan nulis, membuat bahasan jadi berbeda arah. Terkadang juga, karena dapat inspirasi mendadak yang hanya didapat ketika mengetikkan kata-kata membuat tujuan penulisan konten jadi berubah. Jadi, memang sebaiknya dalam membuat konten apapun perlu menggunakan outline (daftar isi). Tujuanya, supaya maksud pembuatan konten tidak melenceng terlalu jauh. Fungsi outline ini sebagai pagar pembatas yang menjaga topik.

Cara membuat daftar isi (outline) pada blog

  1. Tentukan tema atau ide besarnya di awal
  2. Perinci dan kembangkan topik utama dalam beberapa judul
  3. Jabarkan secara rinci sub-sub dari topik daftar yang didapat dari nomor dua diatas.
  4. Berikan kesimpulan pada akhir pembahasan dan ajakan untuk melakukan sesuatu jika memang mendukung.

Table of Content, alias daftar isi bisa dibuat secara otomatis dengan menggunakan plugin. Seperti yang saya gunakan dalam blog ini diatas. Plugin table of content untuk wordpress yang ada di blog saya ini namanya “Table of content plus” kalian bisa langung search melalui kolom pencarian pada plugin melalui dashboard.

14 Jenis konten dalam Blog beserta Penjelasannya

Ada banyak banget ragam jenis konten blog. Lebih dari 10 jenis. Tujuan Anda nggak perlu harus menguasai semuanya. Bahkan, kalo memang melalui satu jenis konten Anda jago. Bisa memanfaatkan skill-nya dan terus mengembangkannya lagi. Sekali lagi, nggak harus bisa semuanya. Tujuan memahami jenis-jenis konten blog adalah supaya kalian bisa mengambil setidaknya 2-3 list saja yang paling cocok dan kemudian bisa konsisten mengembangkan tulisannya. Saya akan urutkan daftar jenis konten berikut ini berdasarkan dari yang paling saya sukai.

  1. Konten Pilar
  2. Konten Evergreen
  3. How To/Tutorial Content
  4. Listicle (list article)
  5. Updated Content
  6. Opini/Curcol/Unek-unek/WritingTerapy
  7. Motivasi
  8. Biografi
  9. Pengalaman/Studi Kasus/Interview
  10. Review
  11. Infografis (Menyertakan Gambar)
  12. Berita
  13. Vlog (Video Blog)
  14. Konten Definisi

Udah ah. Kalo diterusin, entar bisa ngawur karena akan jadi banyak. Setidaknya urutan nomor 1 sampai 6 itu konten yang paling saya sukai. Paling mudah dalam membuatnya. Nah, saya akan coba jelaskan sedikit-sedikit mengenai cara pembuatannya. Hal apa saja yang perlu untuk disampaikan, dikupas serta bagaimana cara membawakan dengan enjoy ! Let’s Go.

1. Konten Pilar

Konten pilar adalah konten landasan, alias “cornerstone content” atau bisa juga disebut konten utama (besar) yang dibuat secara mendalam. Terperinci sehingga konten ini isinya panjang bangeet (menurut info yang saya kumpulkan panjangnya antara 1,000 kata sampai 8,000 kata). Di blog saya ini belum ada konten pilarnya per artikel ini ditulis 9 Feb 2021. Nah, saya juga lagi nyoba untuk membuat. Karena emang blog ini masih baru banget. Kebanyakan artikelnya adalah artikel jenis Unek-unek untuk tujuan “Writing Terapy” hehe.

Nah, dalam konten pilar itu nanti kan ada yang butuh penjelasan kan. Maka ada juga namanya konten pendukung. Konten pilar berdiri bersama dengan konten pendukung. Jadi, konten pendukung itu terpisah dengan konten pilar. Nanti nge-link, sehingga terlihat seperti jaring-jaring. Enaknya bikin konten pilar adalah, kita nggak pernah akan kehabisan ide untuk membuat konten. Lha, iya jelas. Soalnya dari bab inti (utama) bisa kita buat konten turunannya menjadi sub-bab.

Dari sub-bab itu, kita bisa bahas lagi secara mendalam. Secara khusus mengupas maksud dari pembahasan tertentu yang terpisah dari konten dasar (landasan). Sementara dari ide yang ada dalam konten pilar, kita bisa temukan berapa sub-bab ? Banyak! Bisa 20 sampai 30 topik. Wow! Itulah keunggulan konten pilar.

Konten pilar juga mencerminkan apa yang menjadi bahasan utama blog. Istilahnya “niche.” Baik untuk blog personal branding, maupun blog gado-gado kalo nggak mau kesulitan dan bingung bikin kontennya, coba deh buat satu saja konten berjenis pilar ini. Pesan saya “Awas ketagihan!”

2. Evergreen Content

Konten evergreen adalah konten abadi kalau kata orang. Ever=selamanya, green=hijau. Selamanya dibutuhkan, gampangya sih kalau mau mengartikan. Jadi konten evergreen adalah jenis konten yang akan terus dicari, dibutuhkan dan bermanfaat. Tak lekang oleh waktu ataupun perubahan teknologi dan zaman (timeless).

Kenapa bisa terus dibutuhkan, simpelnya ya karena semua orang tumbuh dari kecil menuju dewasa. Misal, orang yang sudah tahu mungkin tidak akan mencari lagi informasi mengenai hal untuk memecahkan suatu masalahnya. Tapi, anak-anak yang semula kecil lalu menuju dewasa, mereka inilah yang akan menggantikan orang lama dan mencari konten problem-solving atas masalah yang dihadapinya. Logika-nya, sih gitu menurut versi saya.

Konten evergreen ini menyumbang traffict yang cukup stabil dan mungkin bisa terbilang tinggi loh, untuk blog. Kalau kamu seorang yang ahli dalam bidang tertentu. Bisa memanfaatkan pengetahuan yang kamu miliki untuk mengupas secara mendalam, panjang, dan dengan gaya pembawaan yang beda dari orang biasa. Coba kupas suatu permasalahan dengan lebih kreatif, lebih renyah, lebih menghibur, lebih menggebrak.

Contoh konten evergreen yang akan terus dicari oleh orang-orang misalnya: Cara meningkatkan traffict blog. Cara agar bisa berada pada halaman satu pencarian google. Panduan membangun rumah dari nol sampai selesai. Cara membuat meja minimalis. Rumus menghitung besarnya biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). Kiat membuat Artikel yang menarik untuk pembaca blog. Panduan belajar mobil. Cara menerbitkan buku. Dan masih banyak lagi.

Kunci yang dapat digunakan untuk membantu memperoleh ide evergreen adalah “Problem” dan “Solving” yang dialami orang banyak. Kalau ketemu masalah-nya, lalu didapat cara menyelesaikannya. Nah, kamu bisa angkat jadi topik. Paling simpel, sih mulai dari masalah diri sendiri dulu aja! Hehe. Bentaaar. Jangan langsung mau bikin dulu, masih ada topik yang lebih seru. Next !

3. Tutorial/How To

Nah ini adalah konten yang paling banyak disukai, banyak yang nyari dan paling gampang dibuat. Kebanyakan pembuatnya adalah para “Hobies” baik itu dari kalangan emak-emak yang rajin membagikan resep makanan. Ataupun bapak-bapak yang suka sharing tutorial mengenai “cara-cara dalam desain grafis” atau panduan mengenai topik lain. Konten tutorial biasanya menyertakan step-step yang berurutan. Itu cirinya.

Pro Tips: Gunakan gambar untuk membuat konten jadi lebih menarik. Kalau gambarnya adalah gambar buatan kamu sendiri, itu lebih bagus. Bisa kan memanfaatkan kamera dari ponsel pribadi untuk mengambil momen spesial, berharga dan unik. Atau juga dapat memanfaatkan software seperti corel draw, adobe photoshop untuk membuat gambar yang sangat keren.

Juga akan lebih seru nih, buat yang bisa menghadirkan jenis gambar ilustrasi yang dihasilkan dari coret-coretan digital melalui pen tablet. Selanjutnya, dalam menyertakan pada postingan blog, jangan sampai lupa memberi “alt image” karena itu akan sangat bermanfaat dalam membantu google mendapatkan informasi gambar kamu.

4. Listicle (list article)

Artikel daftar alias list article ini juga diperlukan dalam sebuah konten blog tertentu. Artikel daftar biasanya mengurutkan sesuatu dari urutan terendah menuju urutan tertinggi. Bisa juga dibalik dari harga yang paling mahal ke harga paling murah. Mungkin juga untuk mengurutkan daftar jenis alternatif misalnya urutan buku rekomendasi, film paling inspiratif, orang terkaya versi forbes, rumah minimalis terbaik tahun 2021, blog paling menginspirasi untuk dibaca, dan lain-lain.

Dalam pembuatan listicle ini ada yang membutuhkan referensi ada juga yang tidak karena berdasarkan pengalaman pribadi atau opini. Contoh list artikel diatas, tentu aja butuh sumber data yang valid. Sementara untuk yang berdasarkan pengalaman juga ada, contohnya seperti: Cara mengatasi stress, tempat liburan di jawa tengah yang harus kamu kunjungi, buku paling favorit yang harus dibaca tahun ini versi gue, kopi paling yahuud yang harus dicoba millenial, makanan olahan yang bisa dikreasi dirumah bareng paksu (pak suami), dll.

5. Updated Content

Konten update ini adalah konten kesukaaan saya. Saya suka membaca ulang artikel yang pernah saya bikin karena sebab utamanya adalah “menemukan new inspire disaat ini” yang related dengan konten yang pernah saya buat. Daripada membuat new article padahal isinya masih sama, mending saya perkaya konten yang sudah ada dan saya update isinya. Menurut saya lebih efektif dan konten jadi lebih lengkap, lebih update, lebih enak dibaca.

Biasanya beberapa yang saya jumpai saat melakukan update artikel lama adalah kata-kata yang typo, penggantian kata dengan kata yang lebih sesuai, lebih pas, penambahan kosa kata baru, penambahan kalilmat dalam paragraf, penambahan paragraf lebih mendalam, dan yang paling saya gemari adalah menyederhakanan isi kalimat menjadi lebih singkat dan inti jika ternyata saat dulu membuatnya terlalu bertele-tele.

Karena beda “mood” tentu saat membaca lagi akan memiliki kesan yang “beda juga” dengan yang terbaru. Malah saya kalau diminta baca semua article saya yang lama. Rasanya gatel pengen ngedit tulisan. Hahaa. Makanya saya menyertakan last update di bagian bawah artikel itu bisa kelihatan kapan saya melakukan revisi yang terbarunya. Haha!

6. Opini/Curcol/Unek-unek/WritingTerapy

Jenis konten nomer enam ini adalah konten yang menjadikan sebuah alasan bagi saya menghadirkan blog ini. Ya “Writing Terapy” karena alasan inilah saya hadir bersama blog ini. Bagi saya menulis adalah menyalurkan sebuah energi. Dari dalam diri, keluar menuju sebuah cerita yang ketika dibaca lagi akan didapatkan kembali energi-energinya itu. Bisa dibilang ngeblog adalah sebuah sarana untuk meregenerasi energi dalam bentuk konten dan tulisan-tulisan cerita yang menantang diri, menghibur hati serta menambah wawasan untuk ajang belajar menulis.

Nah, banyak dari konten yang saya buat dalam blog ini adalah artikel jenis ‘opini pribadi.’ Alias curhatan belaka, demi untuk mengeluarkan unek-unek didalam kepala saya daripada tersimpan sendiri dan tak berarti. Setiap orang pasti punya sesuatu yang ingin disampaikan yang kadang itu dilampiaskan dalam bentuk emosi kepada orang lain. Nah, supaya nilainya menjadi positif, alangkah baiknya jika emosi jiwa, energi dalam diri itu diolah menjadi sebuah konten yang enak dibaca.

Sehingga bermanfaat bagi pencari yang kebetulan membutuhkan informasi yang sama dengan masalah yang dialami. Saat ini semua orang terkoneksi melalui internet berbondong-bondong mencari problem solving-nya. Dan terus dilanjutkan oleh generasi-generasi pendatang. Kenapa kita tidak menyediakan konten jenis ini? Curhatan! Nggak ada salahnya, toh. Bebas-bebas aja dikreasi. Tujuan ngeblog kan banyak, nggak cuma ‘for money’ aja tapi juga ‘for self happinese,’ and ‘for helping other.’

7. Motivasi

Aslinya saya sendiri-ah yang butuh motivasi. Sehingga saya kadang nulis-nulis artikel penyemangat gitu. Sehabis nulis, tuh rasanya beda. Ya, kebawa jadi semangat. Singkat kesimpulan saya itu karena hukum “Motions to emotions” alias gerakan itu membawa dampak mood. Nulis tentang motivasi, ya akan jadi termotivasi lebih awal ketimbang pembacanya. Konten motivasi berisi mengenai beberapa hal, seperti:

  • Motivasi Hidup
  • Motivasi Sukses
  • Motivasi Bisnis
  • Motivasi Agama
  • Motivasi Diri

Konten jenis motivasi, bagi sebagian orang-orang, mungkin lebih tepatnya, introvert. Akan benar-benar dibutuhkan. Selalu ingin dibaca terutama saat mengalami kondisi terpuruk dalam hidupnya. Menghadapi kegagalan berbisnis, misalnya. Atau menjumpai kebingungan dalam hidupnya dan nggak tau kemana lagi arah langkahnya untuk menjalankan kaki ke arah masa depan.

Sepertinya, kalau kamu bisa menyajikan jenis konten motivasi dan membuat orang lain terbantu. Kamu bak seperti pahlawan yang datang pada waktu yang tepat tanpa mengharuskan memberi imbalah. Hayo, gimana. Tertarik untuk dibuat nggak konten jenis motivasi ini. Cocok buat kamu apa enggak. Hanya buat-lah konten yang ‘relate’ dengan kamu ya guys. Supaya hasilnya powerful dan berharga mahal.

8. Biografi

Biografi adalah jenis konten yang mengulas perjalanan hidup seseorang. Tokoh hebat, terkenal. Kenapa konten ini patut dibuat? Hmm, sebab kita bisa menyusun daftar pengalaman berharga. Quotes-quotes inspiratif. Kata-kata puitis yang indah dibaca lagi. Sebagi figur tokoh untuk dijadikan role model serta panutan dalam hidup. Kita bisa menyertakan foto-nya. Rumah-nya. Mobil-nya. Barang-barang berharganya didalam pembuatan konten.

Manfaat dari membaca konten jenis biografi yang sudah kita rancang sedemikian rupa untuk mudah diambil sari-sari pelajaran hidupnya adalah membuat kita jadi terpacu untuk meraih mimpi. Mengejar target yang telah kita buat baik itu target bisnis, target dalam kehidupan ataupun target untuk pengembangan diri (self development). Seolah-olah, bayangan yang tergambar saat sekilas kita membaca cerita tokoh hebat adalah mengenai apa yang paling ‘epik’ dalam hidup si tokoh tersebut.

Seperti yang saya ingat mengenai peristiwa besar yang dialami Rasulullah adalah mengena wasiat terakhir beliau untuk ‘sholat, sholat, sholat’ saya selalu berfikir betapa berharganya sholat. Kenapa tidak sedekah, atau berbakti kepada orang tua yaah, wasiat rasulullah. Terus abu bakar as-shidiq itu yang paling terngiang adalah mengenai sedekah beliau yang sampai tingkat hanya menyisakan Allah dan Rasul-nya. Umar bin khottob, yang memikul gandung sendiri dan mengantarkan ke salah satu penduduk miskin di masa kekhalifahan beliau. Ali bin abi thalib yang menang lomba memperebutkan sosok ‘Fatimah Az-zahra’ putri Rasulullah. Masyaallah.

Wow, masih banyak kisah sahabat lain yang sangat menggugah untuk dibahas dan diulas. Belum lagi tokoh inspiratif seperti Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Steve Job, JK. Rowling dan milyaran tokoh lain yang belum ter-ekspose kisah hidupnya yang berharga. Jadi, bagi saya konten biografi layak untuk dibuat!

Kita harus ambil alih kendali untuk terus mewariskan cerita-cerita terutama tokoh islam, ke anak-anak kita. Generasi millenial yang tantangannya adalah ‘game, youtube, kartun-kartun yang membuat terlena tanpa nilai, televisi’ ayolah korbankan sedikit waktu-mu untuk memikirkan masa depan generasi dibawah kita. Siap! Bismillah, niat lillahi ta’ala dulu kalo kamu tertarik.

9. Artikel Berisi Pengalaman/Studi Kasus/Interview

Konten pengalaman bisa jadi adalah ‘rich konten’ karena nggak semua orang mengalaminya langsung. Kalau dihargai bisa mahal, karena mendapatkan pelajaran berharganya itu butuh waktu, butuh trial dan eror, butuh kerugian dan pengorbanan rasa percaya diri hingga mengorbankan hidupnya. Wow! Ekstreem, memang ! Pengalaman yang berharga, mungkin terasa sayang kalo dibagikan cuma-cuma ya.

Karena kita mikirnya ah, kita yang capek kenapa orang lain yang enak. Tinggal ngambil kesimpulan akhirnya. Eits, tapi tunggu dulu. Kamu mungkin berfikir begitu, namun belum tentu orang lain yang melakukan saran kamu bisa cocok dan sarannya work buat mereka. Lagian, itung-itung ngebantu dengan ikhlas bukannya itu menyenangkan?

Beberapa orang yang cocok menyediakan konten jenis ini seperti: Dokter, Pengacara, Spesialis, Ahli, Konsultan, Pebisnis atau orang yang punya Authority ekslusif di bidangnya.

Kalau memang dirasa konten itu berharga dan perlu dibuat sebuah program khusus bagi sesiapa yang ingin mengikuti jejaknya. Sah-sah juga! Seperti misalnya dibuat sebuah buku. Jadi ceritanya hanya dibagikan melalui buku cetak. Yang untuk memilikinya harus membeli. Boleh banget, menarik kan itu. Kamu bisa share sebagian cerita-nya aja, lalu cerita lengkapnya kamu bisa sarankan untuk membeli bukunya. Ide konten yang sama seperti jenis pengalaman dan bisa digarap menjadi konten yang bernilai adalah jenis konten studi kasus atau interview. Gimana, kamu tertarik membuat-nya nggak?

10. Review

Mereview produk terutama zaman modern seperti sekarang ini adalah peluang besar yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. Pernah lihat youtube-nya “David Gadgetin” yang jumlah subscribers-nya per tulisan ini dibuat sebanyak 6,84 Juta dengan jumlah konten video yang dibuat sebanyak 951. Wow, gila banget kan. Itu isinya adalah mereview hampir semua jenis gadget. Nah, nggak harus ngikutin ‘Gadget-in’ dengan membuat konten video.

Kamu, bisa bikin versi tulis-nya. Dengan menuliskan melalui ‘blog’ kelebihan menulis melalui blog adalah nggak harus nonton videonya dari awal sampe akhir. Tapi kamu bisa langsung ke inti bagian yang paling dicari. Langsung, kan kelihatan semua kontennya kalo tulisan. Tinggal scrool. Kalau video, nggak bisa. Harus nonton detik demi detik, skip. Kalo kelebihan nyekip-nya ya mesti di ‘backward’ alias mundurin. Kalo enggak, kamu ketinggalan informasi didalam konten video-nya.

Selain gadget, ada banyak kategori lain yang nggak kalah menarik seperti: Kosmetik, Perumahan, Buku, Interior Design Tour, Mainan Anak, Pernak-pernik, Alat-alat kebutuhan rumah tangga (perlengkapan dapur), Kuliner, Tempat Wisata, Mobil dan Motor, Sepeda, Ikan Hias, Ternak, Tanaman Hias, Komputer, DIY. Wah, banyaaak juga ya ternyata. Nggak habis deh, ide buat ngonten. Yang nggak ada ‘mah’ prioritas untuk membuat semua-nya sendirian. Gimana-gimana, kamu tertarik nggak sama jenis konten review. Mau bikin review apa nih untuk konten blog perdana kamu ! Ditunggu loh, aku pengen lihat !

11. Infografis (Menyertakan Gambar)

Yang paling saya ingat untuk situs penyedia infografis adalah ‘tirto.id’ desain-desain yang dibuatnya sangat menarik. Dilengkapi dengan informasi pendukung sebagai penjelasan yang melengkapi konten. Kalau temen-temen ingin membuat infografis, ternyata ada beberapa website penyedia layanan untuk membantu dalam pembuatannya dengan mudah.

Yaitu:

  • Canva
  • Venngage
  • Easel.ly
  • Visme
  • Piktochart
  • Google Chart
  • Visualize

Konten infografis mungkin lebih diperlukan bagi instansi atau bisnis, ya. Kalau kamu bekerja di bidang tersebut, tidak ada salahnya untuk mengisi konten blog kamu dengan jenis konten ini. Sebab, manfaat dari konten infografis adalah menjadikan halaman lebih informatif, menarik kombinasi visual dan tulisan disertai sederet fakta-fakta membuat pengunjung makin betah untuk berlama-lama membaca. Infografis, katanya sih bisa membantu kenaikan traffict website.

12. Artikel Berita

Hampir sebagian besar isi konten hari-hari adalah ‘berita.’ Untuk situs indonesia yang populer menyajikan konten berita adalah situs-situs yang memiliki authority besar seperti: Detik, Liputan6, Tribunnews, Tempo, Cnbcindonesia.com, Kompas, Okezone, Viva.co.id, tagar.id, suara.com, beritasatu, voaindonesia, republika, antaranews, tirtoid, kontan, bisnis.com, kumparan, merdeka, dream, bbc, dll.

Kalo kamu berniat ingin menayangkan konten berita dalam blog kamu, yah itu sah-sah aja sih. Yang perlu kamu ingat adalah, deretan daftar situs diatas akan menjadi saingan kamu. Mereka dikelola oleh perusahaan dan ada ratusan orang didalamnya. Jurnaslistik, Editor, Penulis Lepas, Kontributor, dll. Yang nggak jauh beda dari konten jenis berita adalah info gosip. Kalo saran saya, jika kamu ‘solo blogger’ alangkah sebaiknya menghindari jenis konten ini.

13. Vlog (Video Blog)

Vlog adalah singkatan dari video blog. Artinya dalam konten blog kamu, tersedia video. Kalau dalam platform wordpress, cara mudah untuk menyelipkannya adalah melalui embed video. Konten Vlog bermanfaat dalam menaikkan jam tayang blog. Bahasanya itu ‘on-site-time’ waktu online blog. Nah, ini tentu bagus banget buat google dan google sangat menyukai halaman atau situs dengan durasi tayangan yang sangat lama. Embeded video, tidak mengharuskan pembaca untuk lari ke situs misalnya ‘youtube.com’ karena dari blog sudah bisa menonton-nya sampai selesai.

Selanjutnya akan lebih bagus lagi jika konten video ini disusun sedemikian rupa supaya pengunjung benar-benar nggak hanya fokus ke video saja. Yang kita harapkan adalah semuanya dibaca dan videonya ditonton sampai selesai kan. Dengan begitu durasi sesi pada google analitycs akan meningkat. Saya sendiri belum pernah mencoba praktik secara khusus. Pernah sih membuat yang judulnya channel youtube inspiratif yang bisa ditiru introvert hanya saja disitu ada beberapa opsi video yang tujuannya sebagai contoh saja, bukan untuk supaya disaksikan.

14. Konten Definisi

Memang, kalo mengenai konten definisi. Wikipedia juaranya. Tapi bukan berarti kita sudah nggak boleh atau nggak ada kesempatan untuk menyajikannya. Kan bisa kamu membuat definisi versi kamu sendiri. Nggak harus ngikutin definisi yang sudah lumrah alias biasa kan nggak papa. Justru dengan mencoba membuat definisi sendiri kamu bisa belajar serta mengemukakan sesuatu hal yang lebih relevan dengan gagasan kamu.

Definisi introvert, misalnya yang saya buat di blog ini adalah definisi yang saya buat dengan penegasan yang lebih relevan dengan diri saya. Bukan maksud membuat gaduh, tapi boleh aja kan membuat kebebasan-kebebasan yang tidak menentang jauh. Pendapat beda mah, boleh-boleh aja deh kayaknya. Kalau semuanya sama, justru malah tidak ada yang berkembang ilmunya. Pemahaman setiap orang kan juga beda-beda, begitu juga cara mendefinisikan sesuatu juta wajar kalo berbeda dari orang lain.

Wow. Selesai juga saya membuat tulisan ini. Semoga membantu teman-teman yang lagi mau ‘ngonten’ dan ‘ngeblog’ ya. Pesan saya : Yuk, buat konten yang original sesuai dengan diri kamu. Menulis di blog akan membawa pengaruh positif buat kamu dan orang lain. Khususnya yang baik-baik. Tulislah konten yang paling berharga saja. Mungkin untuk awal-awal memulai, kamu masih bingung menyelaraskan dengan prioritas. Tapi saya yakin seiring dengan berlalunya waktu bersama blog kamu.

Nanti kamu akan tau kalo nggak semua jenis konten perlu ditulis dan dipublikasikan. Saya sudah merasakan saat ini. Saya merasa punya waktu 24 jam sehari sangat terbatas kalo diharuskan menulis semua jenis konten. Hasilnya pasti nggak bagus, nggak mendalam, nggak emosional. Awal-awal dulu, saya juga sering begadang hanya untuk menerbitkan minimal satu artikel dalam sehari. Mengejar rutinitas, kuantitas dan kontinuitas. Tapi sekarang saya merasa sangat capek, tertekan dan tidak bahagia.

Akhirnya saya mencoba hanya akan membuat konten yang bagi saya senang menulisnya. Bermanfaat buat orang lain. Serta menarik! Bisa panjang atau pendek minimal 300 kata. Ukuran menarik itu nggak selalu korelasinya dengan panjang. Sekian dulu ya, terimakasih buat yang udah nyempetin mampir dan membaca. Saya doakan sukses buat kamu. Amiiin.

Artikel ini banyaknya 3282 kata. Ditulis selama 3 hari.

Last Updated on 15 Februari 2021

Gambar Gravatar
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa (Al - Imran: 133) | ...Berjihadlah di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian... (At-Taubah 41) | Dan Kami perintahkan manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya... (Qs. Luqman 14).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.