Kalo punya uang banyak harus ingat sedekah

Diposting pada

Banyak orang yang berharap pertolongan Allah. Dia butuh “uang” sekedar untuk bisa makan di hari ini dan memastikan besok bisa makan untuk anak dan istrinya.

Masalahnya, kalo hanya dengan berharap saja. Orang yang kaya dan lebih uangnya, akan sulit mengenali si orang yang sedang membutuhkan rezeki ini.

Padahal Si Kaya itu mungkin pengen banget sedekah atau membantu dengan kekayaan berlebihnya. Cuma dia bingung harus ngasih uangnya kemana, ke siapa.

Terang-terangan meminta, tidak akan mungkin dilakukan karena bagi yang faham pasti menghindari sifat meminta-minta.

Sebab meminta-minta itu dilarang islam. Maka satu-satunya jembatan penghubung yang diperlukan dalam hal ini adalah memang “ihtiar” alias usaha.

Kunci dalam berusaha adalah usaha ini diniatkan sebagai penebus. Penebus apa? Penebus bantuan Allah tadi melalui orang-orang kaya yang kelebihan uang. Yang ingin menyedekahkan sebagian hartanya. Hanya bingung ke siapa. Caranya gimana. Mesti jalan kaki-kah, kepada orang yang lagi butuh itu. Caranya mereka bertemu tuh gimana?

Berusaha yang paling mudah melalui Jualan

Nah, kalo lewat jual-beli. Misal orang yang lagi butuh itu posting lewat facebook. Instagram. Ecommerce. Atau status Whatsapp. Orang itu saat nulisnya niat tulus pake banget ngarep full sama Allah lewat wasilah jualan supaya didatangkan uang agar bisa ngasih makan istri dan anak.

Terus Allah menggerakkan si Kaya berlebih harta tadi. Ngelihat. Tiba-tiba saja, arah pandangannya ingin tertuju ke postingan dagangan si orang tadi. Terus dibaca, deh. Terus dengan niat pengen bantu si orang ini, misalnya karena hatinya udah diberi hidayah sama Allah. Ia beli-deh, dagangannya. Dibayar dan selesai. Atau bisa juga melalui offline. Tiba-tiba ada yang mampir dan membeli.

Nah, sebenarnya kita itu hanya butuh sesuatu yang tidak banyak. Ibarat profit, mungkin cukup buat makan. Tapi peranan ihtiyar disini, sangat penting sekali. Kalo ihtiar nggak ada, sudah beda lagi ceritanya. Ya meskipun bisa-bisa aja Allah bikin skenario lain yang lebih ajaib. Tinggal kun, faayakun!

Tapi sebagai hamba yang yakin sama Allah. Kita harus sempurna berihtiar, yaitu dengan cara sebaik-baiknya. Semulia-mulianya. Menghindari meminta kepada manusia. Hanya meminta kepada sang maha Kaya yaitu Allah subhanahuwata’ala.

Jika Kamu Nanti Kaya

Maka ingatlah, jika kamu nanti kaya. Jika kamu uangnya sudah banyak. Sudah melebihi untuk mencukupi kebutuhan anak dan istrimu. Sedekahkanlah. Tentu kamu juga dalam bersedekah nggak akan langsung ngasih ke sembarang, orang bukan? Kamu akan milih yang paling tepat. Paling dekat. Allah, yang menjalankan. Menggerakkan langkah kita.

Kamu pasti akan memilih dan mengutamakan orang-orang yang maksimal ihtiyarnya. Terlihat (visible) ihtiyarnya jika melalui jual-beli. Ramah tutur katanya, sumeh sifatnya, wajahnya menyenangkan dalam melayani.

Meski banyak diantara mereka yang membutuhkan rezeki dengan sudah berusaha, tapi tetap saja ada faktor-faktor yang nggak kita ketahui alasannya yang membuat jadi memilih mana yang akan kamu hampiri untuk diberi, dibeli.

Meski Allah kadang menggerakkan. Apakah ke orang yang Allah pilihkan (pasrah) atau karena sebab orang itu ihtiyarnya maksimal. Jadi jangan hanya pasrah, tapi selalu memaksimalkan ihtiyar terbaik.

29/03/2021

Last Updated on 30 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.