Kamu melupakan 5W + 1H dalam membuat konten, begini urutan susunannya

Diposting pada

Hai. Apakah kamu seorang konten kreator, namun lagi bingung gimana ya cara untuk membuat suatu konten yang renyah dan tetap menarik?

Hmm. Mungkin kamu melupakan formula dasar 5 w dan 1 h ini. Karena kalo diterapkan akan banyak ngebantunya, loh.

Artikel yang isinya rinci dan lengkap akan bisa dengan mudah dibuat kalo melalui konsep 5W + 1H.

Teknik ini bisa dipakai untuk semua jenis iklan, tulisan, artikel, bahkan untuk pembuatan konten video sekalipun.

Wow!

Menariknya, dengan menggunakan konsep ini artikel yang kamu buat terlihat sangat detail isinya sehingga tampak professional.

Apa Itu formula 5W + 1H ?

5W + 1H adalah sebuah formula yang umum digunakan oleh para jurnalis, penulis sampai vlogger dalam menyusun isi konten.

Alasan mereka menggunakan konsep ini adalah kelengkapan, hierarki yang terstruktur rapi, kemudahan dalam mengolah elemen dan kedalaman isi yang bisa dibuat makin spesifik lagi.

Teknik ini bisa digunakan untuk banyak kebutuhan. Seperti konten berita di televisi, radio, artikel dalam majalah maupun blog, tulisan buku, jurnal, sampai v-log (video blog).

Kalo kamu seorang konten creator, cobalah sesekali rasakan enaknya teknik ini dalam membuat konten.

Komposisi 5W + 1H

5W berarti What (apa), Where (dimana), When (Kapan), Who (Siapa), Why (mengapa), dan 1H yaitu How (bagaimana).

Saya baru aja tahu, kalau metode ini disingkat menjadi DIKSAMBA. Hai, adiknya samba. Salam kenal.

Masuk ke bagian pertama. Dimana ini merupakan urutan penggunaan yang diawali dari What – Where – When – Who – Why – How.

Tapi jika tidak berurutan, konten dengan komposisi 5W + 1H ini tetap bisa dibuat sangat menarik kok!

Teknik Membuat Konten dengan 5w + 1H

Kemudian, bagaimana teknik dalam membuat konten menggunakan 5W + 1H ?

Untuk menggunakan rumus ini dalam pembuatan konten, anda harus menyesuaikan dengan kebutuhan. Artinya mengeni tingkat kedalaman konten itu sebenarnya masih terbilang relatif.

Kalau untuk sekedar konten yang menghibur, mungkin tidak perlu banyak data dan riset. Namun lebih memperhatikan bagaimana aspek daya tarik bisa mencuri perhatian pemirsa dengan memperhatikan 5 poin pertanyaan diatas.

Membuat setiap rasa penasaran melalui siapa sih orangnya, apa sih maksudnya, dimana sih lokasi shoot nya kok keren banget, bagaimana endingnya, dll.

Sedangkan untuk bahan berita yang memiliki fakta-fakta yang harus diungkapkan tentu pembuatan kontennya harus sesuai dengan kejadian yang sesungguhnya.

Wajib menyertakan sumber dan data yang akurat. Begitu juga untuk konten artikel, perlu menyantumkan link asal sebagai referensi.

Jadi, pertanyaan sebelum membuat konten dengan 5W 1H adalah. Apa jenis Niche Konten yang kamu buat? Ini akan membantu kamu dalam merencanakan susunan, aliran cerita, penokohan, latar sampai intisari konten.

Yang sering Dilupakan

Kadang seorang penulis, desain grafis atau video maker bingung membuat bahan konten karena lupa memberikan tujuan.

Saking banyaknya perencanaan, mau bahas apa ya, kira-kira gimana ya biar kontennya bagus ngalahin yang lain, konten yang fresh dan up to date belum pernah ada yang buat sehingga bisa viral sehingga melupakan esensi yang namanya “Tujuan.”

Padahal, semua konten itu dibuat karena minimal ada 1 maksud yang mengarahkan pembaca atau penontonnya untuk melakukan suatu tindakan, atau menyampaikan sesuatu.

Jika tujuan akhir ini tidak jelas, maka bisa gagal atau tidak sesuai hasilnya.

Jadi yang pertama adalah, tetapkan tujuan. Konten itu maksud dibuatnya untuk apa. Kemudian akhiri juga dengan tujuan supaya nggak sia-sia ngontennya.

Last Updated on 6 April 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.