Berserah diri kepada Allah (Tawakal) bikin Keajaiban datang! Yakinlah 100%

Diposting pada

Berserah diri kepada Allah sudah jarang sekali diamalkan. Orang-orang umumnya lebih semangat berihtiar ketimbang bertawakal. Padahal, setelah berusaha ada satu tugas lagi yang perlu dikerjakan dengan baik. Yaitu berserah diri, alias bertawakkal. Syarat untuk tawakal ini satu, yaitu kita sudah berusaha sebaik-baiknya. Hasil, insyaallah yang terbaik. Bahkan kadang menakjubkan, alias sulit kita percaya (ajaib).

Baiklah, izinkan saya cerita mengenai mungkin bentuk kecil tawakal (pasrah). Sebelumnya, saya ada story dulu yang nanti akan nyambung. Cerita mengenai saat saya lagi butuh banget ponsel. Jadi seiring waktu kebutuhan ponsel, meningkat. Hp lama saya dengan performa usang tidak bisa menyesuaikan kebutuhan terkini.

Ya, selain memang pengen. Aslinya juga sudah butuh banget HP baru. Why? Sebab, Handphone saya sudah sering mati sendiri walau kapasitas baterai masih 70% an. Tak tentu juga, kadang 40% baru mati, tapi itu cukup mengganggu. Kapasitas memory & ram, juga sangat limit sekali. Untuk membuka aplikasi cukup lama. Harus ekstra sabar untuk multitasking.

Suatu hari, saat holiday saya ngajak anak-anak refreshing. Sambil duduk di sebuah kursi panjang di Margo City – Depok. Saya sempat browsing di depan tempat mainan anak (Play Ground). Ceritanya sambil menunggu anak dan istri yang didalam ruangan, saya hunting informasi HP baru. Asli. Nggak tahu, kalo dibelakang saya ada istri yang lagi ngamatin gerak-gerik saya lagi serius ngelihatin HP. Sambil senyum pol, dia bilang “sabaaar” Insyaallah nanti kebeli. Asli, saya malu banget. ☺️

Photo by Utsman Media on Unsplash

Hikmah Tawakal

Ada satu pelajaran penting banget yang saya ambil. Yaitu, ridha Allah.

Kesimpulan saya adalah, kalo Allah belum ridho. Ya belum bakal kebeli walau pengen banget, walau butuh banget.

Dikuatkan lagi sama kejadian sakit yang memakan biaya cukup besar, kalo misal ditukarkan dengan HP itu saya hitung-hitung bisa dapat Samsung M11 sebanyak 2 buah. Tapi, lagi-lagi Allah menghendaki lain. Allah memberikan yang terbaik bagi hambanya.

Saya meyakini seperti itu. Insyaallah, saya sudah optimis semua yang saya alami adalah pilihan terbaik Allah untuk saya.

Bahkan suatu ketika di kantor saya diadakan challenge perlombaan penjualan bulanan. Bagi siapa yang bisa menjualkan rumah di bulan tersebut, maka akan dapat HP Asus Zenfone.

Selain mengiklankan, saya juga mencoba datang lebih pagi ke kantor, saya bershalawat dan berdoa sambil HP-nya saya pegangin. Karena ada hadiah HP Android terbaru bagi yang berhasil mencapai target penjualan. Itu berlangsung hampir 10-an hari lebih. Tapi, ternyata tidak dapat juga. Malahan, temen saya yang dapet. Allah memang belum ridho ke saya.

Terus, seusai saya sakit dan mulai pulih. Beberapa muhasabah tadi itu, langsung saya eksekusi sekalian.

Akhirnya saya coba Berserah diri Kepada Allah

Keinginan punya HP baru untuk pengganti HP lama, saya pasrahkan saja. Entahlah, kok saya bisa dengan ringan secara alami dan tidak begitu memusingkan HP lagi. Kalo masih direzekikan menggunakan HP, saya akan pergunakan sebaik-baiknya. Gitu aja, sih prinsip saya saat itu.

Sebelum memiliki HP baru (sampe tulisan ini diketik, masih dengan hp yang tiba-tiba mati walau baterai masih banyak) saya memantaskan diri dengan melakukan beberapa kesadaran:

  1. Barangkali kalo Allah kasih saya hp baru, saya malah nambah dosanya. Lihat gambar-gambar yang tidak halal yang makin banyak tersebar luas. Dengan penundaan ini, Allah menyadarkan saya dan mengingatkan saya mengenai menjaga mata dari dosa.
  2. Barangkali saat saya punya hp baru, baca tilawah saya jadi mlempem. Lebih seneng bukain notifikasi yang tak semuanya ada manfaatnya, ketimbang membaca ayat yang diturunkan langsung oleh Allah ke dunia yang tercatat dalam mushaf alquran.
  3. Barangkali kalo saya punya hp baru sekarang, saya malah jadi lebih banyak bermain dengan hp. Mengabaikan tugas sebagai pemimpin keluarga & sebagai hamba yang seharusnya bertaqwa, beribadah.

Akhirnya, pilihan terakhir adalah tawakkal. Berpasrah sama Allah. Sembari memantaskan, niat yang lebih mulia. Berdoa jika direzekikan HP baru, semoga bisa meminimalkankan mudhorot, dosa & kemubaziran serta bisa memaksimalkan manfaat, mensyiarkan islam & membagikan ilmu yang sedikit sekali ini.

Beberapa tindakan yang telah saya lakukan.

Lalu Diuji Lagi !

Nah lalu nggak lama setelah itu. Ada sedikit titik terang, ya keajaiban dari Allah mungkin. Tapi sebelumnya, ada cerita lagi. Gini: Jadi istri saya kan hpnya masih bagus, itu lagi di dapur hp-nya jatuh. Terus kacanya pecah. Lcdnya rusak. Allah! Ada aja. Nah, HP saya sering tiba-tiba mati. Hp istri saya lcd-nya retak. Terus karena belum ada uang buat beli hp baru, saya perbaiki ke konter dengan mengganri LCD nya dulu. Ya, jadi nggak nyaman dan nggak enak deh pokoknya.

Nggak tahu kenapa sebabnya, lama-lama ujung LCD-nya pecah lagi. Selain membahayakan tangan, bisa berdarah. Juga kalo disentuh bagian kanan LCD bagian lain ikut terpengaruh. Duh, nggak layak banget deh. Masih mending hp saya yang normal cuma baterai aja.

Terus jarak kurang sebulan, saya beli HP buat istri. Ada sedikit uang sama sedikit butuh tambahan. Akhirnya minjem buat nambah kekurangan itu. Terus, kurang seminggu setelah saya beliin hp istri. Ada yang beli rumah ke saya secara cash. “Allahuakbar. Hadza min fadhli robbi.” Ini benar-benar keajaiban bagi saya. Pertolongan besar Allah. Akhirnya setelah proses akad saya bisa mengganti HP lama ke hp baru yang lebih awet baterainya.

Dua Keajaiban berserah diri pada allah (Tawakkal)

Nah poin yang ingin saya bold, disini adalah hikmah ajaibnya tawakal atau pasrah. Yaitu:

  1. Saat kita tidak terlalu nggoyo mengejar, justru malah Allah akan beri.
  2. Menyenangkan istri, mungkin suatu penyebab terjadinya keajaiban.

Mungkin akan beda-beda, proses yang terjadi begitu juga hikmahnya. Semoga kita bisa mencoba tawakkal dan berserah diri pada Allah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.