Kenapa kita mesti punya role model

Diposting pada

Dulu banget, saya pernah nulis di buku dan menyeleksi beberapa orang untuk saya jadikan role model. Role model dalam bisnis, tokoh kehidupan dan inspirasi menulis.

Tapi, seiring waktu berlalu. Semua itu buyar, hilang dan lupa dengan sendirinya kalau saya telah menentukan role model. Mungkin karena kesibukan bekerja membuat saya jadi terlalu fokus dengan urusan-urusan itu.

Melakukan strategi penjualan, membuat iklan, mendesain promosi, mencetak brosur dan spanduk, melakukan follow up, menghandle komplainan, menganalisis, mengolah data. Semua pekerjaan itu, benar-benar membuat saya tersita cukup besar waktunya. Juga perhatiannya.

Ya. Waktu, energi & perhatian saya habiskan untuk urusan kerja. Sampai-sampai, yang lebih prinsip seperti role model saya lupa.

Kenapa sih kita harus punya role model?

Sebelum kita ke inti pembahasan mengenai pentingnya “role model” kita pahami dulu maknanya.

Menurut wiki Role model atau Teladan adalah orang yang perilakunya, contohnya, atau keberhasilannya atau dapat ditiru oleh orang lain, terutama oleh orang yang lebih muda. Istilah panutan dikreditkan ke sosiolog Robert K. Merton, yang menciptakan frase selama karirnya.

Punya role model itu kan yang kita ambil adalah “inspirasinya.” Meski ada sisi positif dan negatif. Tapi, orang yang telah kita pilih menjadi role model kita adalah keputusan final. Yang paling menginspirasi kita.

Jadi, alasan punya role model supaya jalan hidup kita kedepan lurus, terarah seperti tokoh yang kita idolakan. Dengan punya orang yang sangat menginspirasi kita, maka semangat untuk maju agar menjadi sosok seperti yang kita idolakan akan membara. Menyala dalam dada. Hidup lagi. Menggelora.

Kita jadinya lebih positif thinking. Lebih sustain. Lebih strenght (berdaya) tahan kuat meski diterpa badai masalah. Nggak gampang lengah. Nggak mudah putus asa. Selalu menemukan sisi inspirasi. Bahkan bisa belajar langsung dari pengalaman sosok tersebut dan ini bagian menarik dari mengamalkan ilmu.

Inspirasi Role Model

Nah jadi awalnya kemarin adalah hari dimana saya pusing banget sama perihal pekerjaan. Terus pas lagi kondisi “panas” begitu saya buka instagram lalu ditemukan oleh postingan iklan pak riza zacharias berupa buku bisnis jalan langit. Seketika saya langsung merasa inspiring. Karena berbisnis yang nyaman itu harus sesuai sistem-Nya (Allah).

Wah ini pekerjaan impian kayaknya. Sudah pahala dapet. Senang dijalani. Tenang, tidak banyak tekanan. Potensi menjadi kaya juga tersedia. Langsung merasa kontradiksi seketika saya hari itu. Nah, jadilan saya mencari-cari sosok pak riza zacharias ini. Karena yang paling dan satu-satunya jadi alasan adalah jalan Alqurannya. Itu saja.

Kisah Mardigu Wowiek berjumpa Bill Gates

Lalu malamnya. Saya juga ditambah dengan cerita dari pak mardigu, yang saat makan malam dengan bill gates dia berhasil bertanya dan pertanyaan “gentleman nya” disampaikan gates di depan hadirin yang jumlah keseluruhannya 300-4000 orang. Apa pertanyaan pak mardigu?

Dia bertanya dalam kertas, dan dibaca langsung sama bill gates “You will never be Andrew Carnegie.” Kurang lebih begitu. Yang artinya adalah “Kamu nggak akan pernah bisa seperti Andrew Carnegie. Bahkan fotonya disimpan di dalam dompet gates dan ditunjukkan.

Nah, yang menjadi menarik adalah siapa itu Andrew Carnegie. Kok sampai-sampai wajah bill gates sedikit memerah, dan bilang ke hadirin “You are gentleman.” Nah, rupanya Andrew Carnegie ini adalah sosok filantropis besar, yang lebih kaya dari bill gates pada masanya. Dia menyumbangkan sebagian besar hartanya untuk orang lain. Bahkan sempat memerdekakan vietnam, dengan membayar uang tebusan secara tunai tanpa sekalipun Andrew ini menginjakkan kakinya di vietnam.

Nah dari situlah, lalu muncul lagi kebutuhan saya akan role model. Kalo bill gates yang sudah kaya saja, punya role model. Artinya memang bagi kita-kita, seharusnya memiliki role model juga. Tapi bagi muslim seperti kita, jangan sampai salah memiliki role model.

Kriteria role model yang baik

Bagi saya role model penting. Untuk memilihnya agar arah hidup tetap cukup semangatnya sebagai bahan bakar sampai pada tujuan. Haruslah sesuai dengan konsep-konsep islami. Konsep alquran serta ajaran yang telah rasulullah sampaikan. Kalau dibuat list, begini urutannya.

  1. Alquran (Kalam Allah yang penuh energi, yang langsung diberikan buat kita)
  2. Rasulullah Muhammad Sallallahu alaihi wasallam (Utusan Allah yang kita harus imani dan sayang dengan-nya. Manusia sempurna yang ma’tsum)
  3. Abu bakar ash shidiq (penderma seluruh harta, melebihi andrew carnegie)
  4. Usman Bin Affan (sumur usman) investasi yang bersifat panjang bahkan sampai sekarang masih ada, sementara utsman telah tiada.
  5. Abdurrahman Bin Auf. Orang yang dijamin masuk syurga karena kekayaannya.
  6. Surat Luqman (bagi saya ini sangat menginspirasi bukan hanya karena nama yang saya tapi makna didalamnya)
  7. Kedua orang tua. Ia diam, tak banyak kata. Namun milyaran pelajaran dari wajah-nya, sifat-nya, cara-nya merawat saya adalah rahasia yang tak terungkapkan.
  8. Tokoh figur sukses yang menginspirasi untuk kita tiru.

Kesimpulan: Temukan Role Model yang Tepat !

Nah, kurang lebih seperti itu. Urut-urutanya. Kita harus punya role model, karena kita akan jadi role model buat anak-anaknya. Itulah kenapa sebaiknya kalian menemukan role model yang tepat untuk hidup kalian saat ini dan nanti.

Last Updated on 6 April 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.