Kisah Seseorang yang Masuk Surga Karena Rahmat Allah, bukan karena ibadahnya

Diposting pada

Pagi tadi kebetulan saya shalat jumat di masjid Ghani Al-Amin, Kp. Serab Tirtajaya Depok. Ketika tiba sang khatib berkhutbah, beliau mengisahkan mengenai kisah cerita tentang seorang hamba Allah yang masuk surga karena rahmat-Nya. Bukan karena amal ibadahnya.

Kisah ini sekaligus mengingatkan kepada kita bahwa, betapa besar “rahmat” Allah pada kita. Sampai-sampai amal ibadah selama 500 tahun saja, tak mampu menyetarakan nilai pahalanya. Terus gimana kita-kita ini yang nggak ada apa-apanya ini? Nah, untuk itu selalu ingatlah akan “Rahmat Allah” yang bisa membawa kita ke Syurga-Nya. Amiin.

Kisah ini ada dalam sebuah kitab, al-Mustadrak ala Ash-Shohihaini milik Al-Imam Al-Hafidz Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Handawaihi bin Nu’aim Al-Dhahabi Al-Thahmani Al-Naisaburi (W. 405 H). Dikenal dengan sebutan Al-Hakim. Salah seorang imam, diantara para ulama dadits dan Beliau juga penyusun kitab terkemuka di Zamannya dengang sebuah gelar Al-Baiyi.

Referensi: Syaikhona.net

Lebih Berat Nikmat Penglihatan ketimbang Ibadah selama 500 Tahun

Sang Khatib, mengisahkan bahwa ada seorang hamba Allah di suatu daerah yang beribadah hingga 500 tahun lamanya. Siangnya digunakan untuk berpuasa, malamnya digunakan untuk qiyamullail. Beribadah terus, sepanjang hidupnya dipergunakan untuk bertaqwa kepada Allah. Ia tidak pernah dalam sekalipun melakukan ma’siyat kepada Allah. Hidupnya dipenuhi dengan amal ibadah.

masuk surga karena rahmat allah

Hingga pada suatu ketika, dikisahkan mengenai orang tersebut di akhirat. Allah subhanahu wata’ala memanggil orang tadi, dan oleh Allah orang itu dimasukkan ke dalam syurga. Allah berfirman: “Wahai hambaku, masuklah kamu ke dalam syurga karena rahmat-Ku.” Lalu orang itu berkata kepada Allah” Wahai Allah, Aku telah melakukan ibadah kepada-Mu selama 500 tahun. Kenapa aku dimasukkan syurga karena Rahmat-Mu, bukan karena amal ibadah yang telah aku lakukan,..?

Kemudian Allah berfirman kepada malaikat: Wahai malaikat, coba timbang seberapa berat amalan yang telah dilakukan orang itu selama 500 tahun? Setelah dihisab, oleh malaikat. Ternyata amalan hamba Allah yang ahli ibadah selama 500 tahun itu, tidaklah lebih berat jika dibandingkan dengan satu nikmat Allah berupa penglihatan. Amalan selama 500 tahun orang itu disisi Allah hanya seberat debu.

Lalu Allah berfirman kepada Malaikat: Wahai malaikat, masukkan orang itu ke neraka! Dengan segera, malaikat melaksanakan perintah Allah memasukkan orang itu ke dalam neraka. Ketika dalam perjalanan menuju neraka, pemuda tadi diseret oleh malaikat. Kemudian orang itu berkata: “Wahai Allah, masukkanlah aku ke syurga karena rahmat-mu.”

Lalu kemudian orang itu dimasukkan oleh Allah ke dalam surga, karena rahmat-Nya. Wallahua’lam bishowab.

Hadist Mengenai Kisah Pemuda Masuk Surga karena Rahmat Allah

Hadits ini diriwayatkan al-Hakim diceritakan dari Ahmad bin Muhammad bin Salamah al-‘Anaziy. Dari Utsman bin Sa’id ad-Daramiy. Dari Abdullah bin Sholeh al-Muqarriy. Dari Sulaiman bin Harim al-Qurasyiy. Dari Ali bin Hamsyadz al-‘Adlu. Dari Ubaid bin Syarik. Dari Hahya bin Bukair. Dari al-Laits bin Saad dari Sulaiman bin Harim dari Muhammad bin al-Munkadir dari Jabir bin Abdullah ra. al-Hakim berkata:

Hadits ini sahih sanadnya. Sesungguhnya Sulaiman bin Harun adalah seorang Ahli Ibadah Zuhudnya penduduk Syam dan al-Laits bin Saad tidak pernah meriwayatkan hadits dari rawi-rawi hadits yang tidak diketuai identitas dan profilnya. Berikut teks aslinya:

7745 خَرَجَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : ” خَرَجَ مِنْ عِنْدِي خَلِيلِي جِبْرِيلُ آنِفًا فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ ، وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ إِنَّ لِلَّهِ عَبْدًا مِنْ عَبِيدِهِ عَبَدَ اللَّهَ تَعَالَى خَمْسَ مِائَةِ سَنَةٍ عَلَى رَأْسِ جَبَلٍ فِي الْبَحْرِ عَرْضُهُ وَطُولُهُ ثَلَاثُونَ ذِرَاعًا فِي ثَلَاثِينَ ذِرَاعًا وَالْبَحْرُ مُحِيطٌ بِهِ أَرْبَعَةَ آلَافِ فَرْسَخٍ مِنْ كُلِّ نَاحِيَةٍ وَأَخْرَجَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ عَيْنًا عَذْبَةً بِعَرْضِ الْأُصْبَعِ تَبَضُّ بِمَاءٍ عَذْبٍ فَتَسْتَنْقِعُ فِي أَسْفَلِ الْجَبَلِ وَشَجَرَةَ رُمَّانٍ تُخْرِجُ لَهُ كُلَّ لَيْلَةٍ رُمَّانَةً فَتُغَذِّيهِ يَوْمَهُ ، فَإِذَا أَمْسَى نَزَلَ فَأَصَابَ مِنَ الْوضُوءِ وَأَخَذَ تِلْكَ الرُّمَّانَةَ فَأَكَلَهَا ثُمَّ قَامَ لِصَلَاتِهِ ، فَسَأَلَ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عِنْدَ وَقْتِ الْأَجَلِ أَنْ يَقْبِضَهُ سَاجِدًا وَأَنْ لَا يَجْعَلَ لِلْأَرْضِ وَلَا لِشَيْءٍ يُفْسِدُهُ عَلَيْهِ سَبِيلًا حَتَّى بَعَثَهُ وَهُوَ سَاجِدٌ قَالَ : فَفَعَلَ فَنَحْنُ نَمُرُّ عَلَيْهِ إِذَا هَبَطْنَا وَإِذَا عَرَجْنَا فَنَجِدُ لَهُ فِي الْعِلْمِ أَنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُوقَفُ بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَيَقُولُ لَهُ الرَّبُّ : أَدْخِلُوا عَبْدِي الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِي ، فَيَقُولُ : رَبِّ بَلْ بِعَمَلِي ، فَيَقُولُ الرَّبُّ : أَدْخِلُوا عَبْدِي الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِي ، فَيَقُولُ : يَا رَبِّ ، بَلْ بِعَمَلِي ، فَيَقُولُ الرَّبُّ : أَدْخِلُوا عَبْدِي الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِي ، فَيَقُولُ : رَبِّ بَلْ بِعَمَلِي ، فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِلْمَلَائِكَةِ : قَايِسُوا عَبْدِي بِنِعْمَتِي عَلَيْهِ وَبِعَمَلِهِ فَتُوجَدُ نِعْمَةُ الْبَصَرِ قَدْ أَحَاطَتْ بِعِبَادَةِ خَمْسِ مِائَةِ سَنَةٍ وَبَقِيَتْ نِعْمَةُ الْجَسَدِ فَضْلًا عَلَيْهِ فَيَقُولُ : أَدْخِلُوا عَبْدِي النَّارَ قَالَ : فَيُجَرُّ إِلَى النَّارِ فَيُنَادِي : رَبِّ بِرَحْمَتِكَ أَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ ، فَيَقُولُ : رُدُّوهُ فَيُوقَفُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَيَقُولُ : يَا عَبْدِي ، مَنْ خَلَقَكَ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا ؟ فَيَقُولُ : أَنْتَ يَا رَبِّ ، فَيَقُولُ : كَانَ ذَلِكَ مِنْ قِبَلِكَ أَوْ بِرَحْمَتِي ؟ فَيَقُولُ : بَلْ بِرَحْمَتِكَ . فَيَقُولُ : مَنْ قَوَّاكَ لِعِبَادَةِ خَمْسِ مِائَةِ عَامٍ ؟ فَيَقُولُ : أَنْتَ يَا رَبِّ ، فَيَقُولُ : مَنْ أَنْزَلَكَ فِي جَبَلٍ وَسَطَ اللُّجَّةِ وَأَخْرَجَ لَكَ الْمَاءَ الْعَذْبَ مِنَ الْمَاءِ الْمَالِحِ وَأَخْرَجَ لَكَ كُلَّ لَيْلَةٍ رُمَّانَةً وَإِنَّمَا تَخْرُجُ مَرَّةً فِي السَّنَةِ ، وَسَأَلْتَنِي أَنْ أَقْبِضَكَ سَاجِدًا فَفَعَلْتُ ذَلِكَ بِكَ ؟ فَيَقُولُ : أَنْتَ يَا رَبِّ ، فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : فَذَلِكَ بِرَحْمَتِي وَبِرَحْمَتِي أُدْخِلُكَ الْجَنَّةَ ، أَدْخِلُوا عَبْدِي الْجَنَّةَ فَنِعْمَ الْعَبْدُ كُنْتَ يَا عَبْدِي فَيُدْخِلُهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ ، قَالَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ : إِنَّمَا الْأَشْيَاءُ بِرَحْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى يَا مُحَمَّدُ ” ” هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ ، فَإِنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ هَرِمٍ الْعَابِدَ مِنْ زُهَّادِ أَهْلِ الشَّامِ ، وَاللَّيْثَ بْنَ سَعْدٍ لَا يَرْوِي عَنِ الْمَجْهُولِينَ “. الْمُسْتَدْرَكُ عَلَى الصَّحِيحَيْنِ لِلْحَاكِمِ – كِتَابُ التَّوْبَةِ وَالْإِنَابَةِ.

Waallahu A’lamu
Penulis: Abdul Adzim

Referensi Hadits : Al-imam al-hafidz Abu Abdullah Muhammad bin Muhammad bin Handawaihi bin Nu’aim Al-Dhabbi Al-Thahmani Al-Naisaburi. Al-Mustadrak ala ash-shohihaini. Daru al-kutub al-ilmiyah juz 4 hal 278-379.

Sumber & Referensi Artikel:

  1. Khutbah Jum’at di Masjid Hasan Ghani Al-Amin, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok pada 23 April 2021, Hari ke-10 Ramadhan 1442 Hijriyah
  2. https://www.syaichona.net/2021/02/14/KISAH-SEORANG-AHLI/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.