Maksud ayat: innallaha la yughayyiru ma bi qoumin hatta yughayyiru ma bi anfusihim

Diposting pada

Kita sering mendengar bahkan melihat terjemahan dari ayat alquran: “innallaha la yughayyiru ma bi qoumin hatta yughayyiru ma bi anfusihim.” Yang artinya: Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.

Ayat ini seolah-olah memberikan kita pandangan bahwa jika kita mengubah keadaan diri kita, maka Allah baru akan mengubahnya. Kalo kita tidak mengubahnya, maka Allah tidak akan pernah mengubah keadaan untuk jadi lebih baik.

Seolah-olah kan begitu, ya maknanya. Namun ternyata tidak seperti itu maksud yang sebenarnya. Kita perlu memahami ayat dan artinya sekali lagi. Terutama pada kata “anfusihim” diri kalian sendiri. Karena dengan diluruskan maknanya jadi tepat maksud dari ayat diatas.

Saya menemukan tulisan dari immim.schid, kalau seharunya arti dari Quran surat ar-ra’du ayat 11 dimaknai, sebagai “mengubah hawa nafsu.” bukan mengubah keadaan lahir diri kita. Seharusnya, terjemahannya begini:

Quran Surat 13. Ar-Ra’d : 11

innallaha la yughayyiru ma bi qoumin hatta yughayyiru ma bi anfusihim

Berikut ini bunyi ayat lengkapnya:

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa-apa (keadaan) yang ada pada suatu kaum (ma bi qoumin), hingga mereka mengubah apa-apa (keadaan) yang ada pada jiwa-jiwa mereka (ma bi anfusihim)”. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Hikmah Ayat

Allah akan mengubah keadaan kita, manakala kita mengalahkan hawa nafsu yang ada dalam diri-diri kita. Tentu saja ini harus kita upayakan dengan sungguh-sunggguh. Jika Allah sudah menghendaki, tidak akan ada yang bisa menghalangi keinginan Allah untuk mahluknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.