Menulis itu seperti berjalan kaki

Diposting pada

Menulis adalah seperti berjalan kaki. Kalau tulisan pertama ibarat langkah awal. Maka tulisan-tulisan berikutnya, akan mengantarkan kita ketemu sama banyak pembaca (baca: orang).

Ya, menulis ibarat seperti berjalan di dunia nyata. Hanya saja, kalo menulis kita makai tulisan. Baik tulisan online di blog, social media maupun offline seperti buku. Sama saja. Akan membawa kita ke suatu tempat.

Menulis adalah bahasa komunikasi. Sehingga akan memancarkan vibrasi. Nanti orang-orang yang “relate” sama topik yang kita bawa, akan menyapa “hai.. aku setuju denganmu..”

Andaikata, yang baca tulisan kita adalah orang-orang besar. Apa yang terjadi? Ya, selain ada kebanggaan juga ada rasa sungkan pastinya. Kita nggak pernah tahu, siapa pembaca tulisan kita. Status sosial dan jenjang pendidikannya.

Yang pasti dengan menulis yang berkualitas, insyaallah akan menemukan kamu pada orang-orang berkualitas pula. Orang-orang hebat, melirik. Siapa tahu ya. Kalau beruntung, kamu bisa diajak untuk menggarap suatu project bareng.

Atau barangkali penerbit yang lihat. Ia tertarik untuk meminta-mu menuliskan novel atau karya non-fiksi. Nggak ada yang mustahil, kan. Cobalah menulis dengan tulus hati. Masukkan perasaan ke dalam kata-kata. Sampaikan ilmu dan pendapatmu ke publik dengan cerdas.

Teruslah Menulis, Teruslah Berjalan

Berjalan kaki: Menulis bisa menemukan cinta di london

Teruslah berjalan dengan “tulisan.” Diawal melangkah, mungkin gaya berjalannya masih tertatih-tatih. Tapi kalau kamu terus berusaha memperbaiki, nggak hanya lancar berjalan tapi bahkan kamu bisa berlari. Itu sebabnya, karena menulis adalah skill. Yang butuh latihan.

Selalu ingat ya. Menulis ibarat berjalan. Satu judul misalnya, berarti satu langkah kakimu. 100 judul tulisan. 600 judul tulisan, kira-kira sudah sejauh mana kamu berada ?

Yang pasti. Hanya dengan menulis, kamu sudah bergerak. Nggak diam saja. Untuk bisa menemukan 10 tulisan terbaikmu. Mungkin kamu harus melalui proses menulis sebanyak 100 tulisan dulu. Atau untuk menghasilkan 100 tulisan yang “best” barangkali kamu mesti melewati 1.000 artikel yang selesai ditulis.

Jadi. Gak usah ragu buat menulis apa saja. Sebab, kamu nggak akan pernah tahu tulisan mana yang akan berdampak. Langkah ke-berapa yang akan mempertemukan kamu dengan seseorang yamg “spesial” atau “orang besar” yang akan mengubah hidup kamu.

Last Updated on 20 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.