Motivasi menulis ala Tere Liye (Burung pipit, Penyu & Pohon Kelapa)

Diposting pada

Motivasi Tere liye dalam menulis novel-novelnya yang saat ini sudah beragam genrenya diibaratkan sebagai buah kelapa. Ya, tulisan itu hendaknya bisa tumbuh di hati para pembacanya.

Dia nggak begitu saja langsung jadi penulis sukses. Perjalanan menulisnya, berangkat sejak SD yang kala itu menulis untuk majalah bobo. Tapi tulisannya nggak pernah dimuat oleh mereka.

Meski begitu, Tere Liye terus saja menulis. Saat SMP dia mulai menulis cerpen. Lalu ketika masuk SMA dia menulis untuk media massa, yang saat itu dimuat di lampung pos. Lantas apa motivasi menulis tere liye sesungguhnya.

Honor Pertama Menulis

Lalu akhirnya, ia merantau ke bandar lampung dan mulai berani mengirim tulisan ke lampung pos. Dari situ Tere Liye mulai mendapat honor sebesar 75 ribu per satu tulisan. Saat itu nilainya besar.

Setelah lulus SMA, ada sekitar 30-40 tulisannya yang dimuat di lampung pos. Dan terus dimuat. Hingga terkumpul uang dalam tabungannya sebesar 2,5 juta. Berbekal uang itu Tere Liye berangkat ke Depok untuk melanjutkan pendidikannya ke UI (Universitas Indonesia).

Di UI, ia masuk ke fakultas ekonomi. Dari situ mulai banyak ketemu penulis, termasuk ibu Sri Mulyani. Tere Liye semakin semangat lagi menulis. Lalu ia menulis di koran nasional seperti kompas, tempo, republika menjadi penulis ekonomi politik di koran nasional.

Banting Setir ke Novel

Lalu ia pindah halauan, banting setir menulis novel. Pada 2005. Novel pertamanya laku, keduanya malah tidak laku. Novel ketiga, lumayan lakunya hanya saja belum sesuai harapan. judul novel itu adalah hafalan sholat delisha.

Novel-novel Karya Tere Liye

Baru sekitar 2005-2006 novel-novelnya mulai banyak laku. Dia merasa kalau medan pertempurannya makin menarik. Lalu, dia merilis banyak lagi novel.

  1. Moga bunda disayang Allah
  2. Bidadari-bidadari syurga
  3. rembulan tenggelam diwajahmu
  4. 2008 daun yang jatuh tak pernah membenci angin
  5. burlia serial anak anak
  6. eliana
  7. amelia
  8. negeri para bedebah
  9. 2011-2013 bumi
  10. bulan
  11. matahari
  12. bintang
  13. komet
  14. spin off (borobudur)
  15. meteor
  16. nebula
  17. jupiter
  18. uranus
  19. saturnus
  20. mars
  21. venus
  22. 2014 rindu novel sejarah
  23. pulang novel tentang aksi
  24. pergi lanjutan pulang
  25. pulang-pergi
  26. hujan
  27. 2016 tentang kamu
  28. 2017 berhenti menerbitkan buku. lalu mulai menulis lagi.
  29. 2018 ada 4 novel.

Karyanya difilmkan

Terhitung ada 3 film yang dibuat dari novelnya. Yaitu hafalan sholat delisha. Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Sama rembulan tenggelam di wajahmu.

Motivasi Menulisnya

Menulis membutuhkan motivasi. Seperti tere liye, motivasi menulisnya bukan cuma supaya jadi kaya, pengen terkenal, atau agar diundang kemana-mana.

Sebab jika menulis karena alasan-alasan itu energi menulisnya nggak akan cukup. Kata tere liye, menulis dan karyanya difilmkan bahkan nggak ada rasanya.

Motivasi menulis tere liye diilustrasikan melalui kisah tiga sahabat yaitu burung pipit, penyu dan pohon kelapa.

Burung pipit, Penyu & Pohon Kelapa

motivasi menulis tere liye
ilustrasi motivasi menulis tere liye

Alkisah, ada burung pipit, penyu dan pohon kelapa tiga mahluk yang awalnya bersahabat itu berpisah selama tiga tahun. Kemudian pada tahun ketiga mereka bertemu kembali, lalu mereka saling bertaya dan bercerita satu sama lain.

Burung pipit bercerita, kalau selama tiga tahun ia telah terbang sejauh 300 km hingga ke kota Bandung, 200 km ke Surabaya melihat pemandangan yang sangat indah dari atas langit.

Penyu dan pohon kelapa takjub.

Kemudian si penyu bercerita kalau ia selama tiga tahun lalu telah berenang hingga ke dalam lautan, hingga ke seberang benua. Dibawah laut penyu melihat pemandangan yang sangat indah seperti gunung, terumbu karang, keanekaragaman bawah laut di benua australia, eropa dan afrika.

Burung pipit bilang, amboy cerita kamu lebih keren.

Lalu tiba saatnya pohon kelapa bercerita. Namun ia kebingunan. Sebuah pertanyaan yang sangat tega, katanya. Sebab dia nggak mungkin bisa kemana-mana. Lalu lantas apakah itu tidak adil?

Saat pohon kelapa berbuah lebat, kemudian buahnya matang. Saat matang buahnya jatuh ke pantai. Direngkuh air lautan, lalu buahnya terbawa kemana-mana. Buah kelapa itu lalu tumbuh subur di tempat lain.

Lalu burung pipit dan penyu takjub bukan main. Mereka bilang bahwa mungkin ribuan pohon kelapa yang ada di bandung surabaya, benua afrika, eropa, amerika bisa jadi adalah buah kelapa yang jatuh dari pohonmu.

Sangat Luar biasa, katanya.

Dia percaya tulisan yang ditulis, lalu dimasukkan ke blok penerbit (misalnya) maka tulisan itu akan menjadi buah kelapa. Yang bisa jadi tumbuh subur di hati kalian penggemarnya.

Last Updated on 9 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.