Perkara-perkara besar yang ayah inginkan kamu meraihnya

Diposting pada

Nak, zaman dulu Muhammad Al-Fatih, bisa menakhlukkan konstantinopel saat usianya 19 tahun. Kamu nggak perlu tekejut. Yang ayah inginkan, kamu bisa menerima betapa penting dan berharganya perkara-perkara besar itu ketimbang urusan-urusan sibuk di akhir zaman. Nak, saat ini sudah akhir zaman. Saat kamu besar nanti, zaman makin akhir. Kamu harus benar-benar tahu apa perkara besar yang mau kau ambil. Saran ayah, seperti ini:

1. Jadilah penghafal alquran yang ikhlas lillahi ta’ala.

Kamu rasakan hidup untuk Allah. Untuk panggilan ibadah dengannya. Dalam hal ini, kamu harus tulus dalam mencintaiNya. Hafalkan alquran semuda mungkin. Ini perkara besar pertama yang ayah sarankan buat kamu ambil. Pertama beranikanlah dulu kamu membayangkan jadi penghafal alquran. Lalu iktiar sebisamu, biar Allah yang menentukan apakah kamu pantas menjadi hambanya yang hafal quran apa tidak.

Dengan hafal alquran, kamu jadi mudah memahami apa yang boleh dan apa yang nggak boleh kamu lakukan. Kamu telah miliki kunci-kunci hidup. Kamu jadi punya kendali. Waktumu bersama alquran, tak akan pernah sia-sia. Ayah doakan, semoga kamu bisa terpilih sebagai manusia mulia pewaris ilmu tuhan (Allah).

2. Ilmu uang

Ini kamu harus paham, nak. Kamu wajib menguasai. Pertama kali yang mau ayah sampaikan adalah kamu harus mengerti bedanya. Mana uang yang haram, mana uang yang halal. Mana yang merupakan hak, mana yang termasuk bathil. Lagi, kamu harus kenal apakah uang dan hartamu ada tercampur riba? Menghindarlah jauh-jauh darinya. Ayah tidak membenci adanya bank. Tapi menganjurkan kamu untuk menghindarinya agar jika ada perkara yang abu-abu disini, kamu tetap selamat. Insyaallah ayah yakin, kalo bekal pertamanya adalah pemahaman berdasarkan alquran. Kamu akan takut mendekatinya.

Nak saat kamu punya uang, jangan lupa sisihkan untuk shodaqoh. Ini sejatinya yang akan tumbuh. Tersimpan utuh. Tak pernah rugi, kamu bersedekah. Tak pernah nak. Semoga amal jariyyahmu banyak. Ayah doakan kamu. Terus jadikan uang sebagai dakwah. Kalo uangmu banyak, habiskan untuk perkara-perkara fii sabiilillah. Di jalan-jalan Allah. Baru kamu juga fikirkan agar tumbuh. Uang kamu yang bekerja untukmu, sementara kamu sedang menyebarkan inspirasi dan ilmu, bahkan tidur uang itu terus-terusan mengalir ke dalam rekeningmu.

3. Kepemimpinan

Nak, laki-laki memang fitrohnya sebagai khalifah. Itulah kenapa ayah memberimu nama “Khalifa” biar kamu jadi pemimpin hebat, seperti rasulullah, seperti muhammad al fatih. Seperti para khulafaurrasyidin. Sebab, kamu laki-laki. Tugas besarmu memimpin. Dari kepemimpinan, ada banyak sekali perkara yang bisa kamu perjuangkan. Kemanusiaan. Dakwah agama. Pembangunan. Kepercayaan. Kepanjangan amal. Tapi awas, kalo pintu politik kamu harus sangat berhati-hati. Sebab itu seperti hutan belantara, ada harimau yang kejam menerkam dengan sekali terkaman. Kalo kamu nggak kuat, kamu sebaiknya belajar lagi.

Kepemimpinan ada banyak tingkatan dan juga peranan. Melalui bisnis paling mudahnya. Bisa juga melalui organisasi. Masyarakat. Dll. Kamu harus ambil bagian perkara yang besar ini, sebab kepemimpina ibarat pedang. Jika kamu bisa menggunakannya, kamu akan beruntung dan semoga Allah meridhoimu. Nak.

4. Lihatlah dunia luar

Nak, jangan seperti ayahmu yang takut naik pesawat terbang. Sehingga tertutuplah akses untuk bisa melihat keindahan bumi ciptaan Allah dibelahan dunia lainnya. Kamu, nak. Lakukanlah saat muda. Saat anak-anak seusiamu sudah sibuk dengan istri dan anaknya. Kamu akan punya bekal darisini, dan nanti bisa memandu anak dan istrimu datang lagi. Ini jauh lebih penting, ketimbang kamu menikah dulu dan baru berencana. Sebab, nyatanya akan sangat sulit dan beda kondisinya. Kelilingilah dunia. Sebagai cara kamu berdzikir kepada Allah.

Last Updated on 20 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.