Artikel ini telah dilihat : 202 kali

Rahasia produktif: Sehari cukup 3 prioritas saja

Diposting pada

Dalam sehari kita dibanjiri oleh jutaan keinginan, informasi dan aktifitas. Mulai dari aktifitas penting, biasa dan remeh-temeh. Masalahnya kita cuma memiliki energi yang terbatas. Kalo misalnya energi kita pakai lebih dulu untuk mengerjakan hal-hal kecil yang tidak penting maka sisa energi yang kita punya nggak akan sanggup untuk mengeksekusi aktifitas penting dalam hidup.

Terus kalo seperti ini dilakukan setiap hari, sempet kepikir nggak sih kapan tujuan dan cita-cita kita bakal kecapai. Logikanya ya, yang sudah membuat prioritas sedemikian rupa, kadang nggak semuanya terjalani sempurna. Apalagi yang sama sekali nggak punya perencanaan. Lebih berat.

Ide 3 batu besar, artinya yaitu 3 prioritas utama. Dilanjut dengan 10 kerikil adalah kegiatan yang bersifat penting tapi tidak prioritas. Sisanya bolehlah melakukan hal bersifat pasir, alias tidak penting-penting banget tapi tetap perlu. Ingat, dalam pembagian diatas tak ada kegiatan yang tidak perlu. Semuanya perlu, seperti refreshing, mencari informasi atau bermain sosial media. Cuma kita tahu mana yang harus diprioritaskan.

Analogi ini saya dapat dari videonya bong chandra jumat lalu. Ini juga baru aja saya dengar dan begitu nampol saya banget. Sampai-sampai saya kepikiran mengenai wadah aktivitas tersebut, jika saya membuat sebuah gelas dalam bentuk visual. Lalu saya mengisinya sesuai dengan skala prioritas dari 2 percobaan, maka begini hasilnya.

Percobaan 1: Melakukan hal penting lebih dahulu

Penjelasan Eksperimen

Mengerjakan hal penting lebih dulu berarti memasukkan batu warna kuning ke dalam gelas. Yang diprioritaskan, aktivitas penting (batu) dahulu. Kemudian barulah memasukkan kerikil, dan kalo masih bisa baru memasukkan pasir. Prinsip kerjanya begitu. Nah, supaya lebih jelas kita kasih nilai setiap item seperti yang digambar.

Finally, hasil dari pekerjaan, alias yang masuk ke dalam gelas kita bisa ketahui bukan hanya sekedar gambarnya saja. Tapi juga nilainya. Pada percobaan pertama ini nilai yang berhasil kita kumpulkan jika mengerjakan hal-hal penting lebih dahulu adalah 800 poin.

Sisanya 300 poin, tidak bisa dikerjakan dan menjadi PR di hari besoknya. Begitu gambarannya. Aplikasi sederhana untuk tindakan seperti ini dalam kehidupan sehari-hari bisa seperti aktifitas kerja, ibadah, olahraga, self improvement, refreshing. Itu gambaran umumnya.

Kalo dibreakdown lagi, dari aktifitas kerja saja bisa mendapatkan 8-10 list tugas. Belum lagi olahraga sekian menit. Ibadah 4-6 list kegiatan. Self improvement seperti membaca buku, blogging, menulis, mendesign. Refreshing seperti main game, mengerjakan hobies, scrolling, nonton youtube, stalking instagram dan melamun.

Wow! Banyak juga ya. Kalo semua itu nggak disortir, nggak tahu mana yang mau dikerjkan duluan kebayang gak bakal seperti apa jadinya? Berantakan tak beraturan, belum lagi kita masih punya kualifikasi berupa kualitas.

Hmm, usia kita makin bertambah sob. Jadi energi kita makin berkurang, waktu kita makin terbatas.

Percobaan 2 : Melakukan hal-hal sepele, ringan dan tidak penting lebih dulu

Penjelasan eksperimen 2

Lain halnya dengan hasil sebaliknya. Memang selisih poinnya tidak besar ternyata. Cuma 100 poin. Hanya saja, tetap ada keuntungan jika dikonversi ke dalam benefit secara real.

Parahnya lagi adalah kalau eksperimen nomor dua ini sampai jadi kebiasaan. Mengakar jadi habbit. Sedangkan Anda tak pernah menyadarinya. Sementara energi Anda terbatas, usia bertambah tapi kesibukan dan tanggung jawab juga nambah. Itu pasti akan sangat kerasa betapa banyak hal-hal penting yang belum tercoret dari daftar impian yang sudah kita bikin setiap hari, pekan, bulan dan tahun.

Nilai 100 poin, jika dilipatgandakan efeknya akan seperti bola salju. Atau bom waktu. Atau jerat hutang riba. Ngeri. Memberatkan, membahayakan dan bikin rapuh.

Jadi, finally pada akhir tulisan ini saya mau ngasih kesimpulan singkat saja. Yaitu ini soal prioritas. Setiap saat aktivitas kita berubah sesuai dengan usia, jabatan, lokasi, pekerjaan dan peran kita dalam suatu kehidupan. Kapan saja bisa berubah, bertambah atau berkurang.

Dimanapun Anda nanti berada, selalu kerjakan hanya 3 prioritas utama yang penting seperti batu yang bernilai 100. Supaya saat pagi-pagi Anda mengawali hari dengan performa bugar, segar, semangat, masih cukup kuat untuk menyelesaikan tugas penting yang tidak ringan (bisa jadi berat). Sisa energi Anda barulah dipakai untuk melakukan hal-hal ringan yang remeh-temen seperti melamun, tidur sejenak, makan-minum, ngemil, nonton bioskop, dengerin insrumental, scrolling feed fb, atau main-main kemana saja.

Last Updated on 12 Februari 2021

Gambar Gravatar
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa (Al - Imran: 133)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.