Riba, dosa besar yang kian samar!

Diposting pada

Ada dua hal yang membuat saya galau saat ini. Pertama saya khawatir jika rezeki saya selama ini ternyata ada bagian dari unsur riba-nya. Kedua, saya galau mengenai tepat tinggal. Saya pengen banget tinggal di kampung namun sangat belum memungkinkan saat ini. Banyak sekali alasan yang melatarbelakangi seperti memikirkan orangtua istri disini jika saya pindah ke kampung, padahal saya juga saya sudah ninggalin ortu sejak lama, terus lagi soal kerjaan, soal persiapan tempat tinggal dikampung nanti. Jika dipaksakan saat ini-pun, memang belum memungkinkan buat saya kembali ke kampung.

Lain kali saya akan share, mengenai alasan kenapa saya ingin sekali tinggal di kampung. Saat ini saya mau meringankan kegalauan hati saya soal riba. Semoga dengan menuliskan ini, setidaknya saya nanti dimampukan untuk mendekati sebagai orang yang benar-benar ingin total terhindar dari riba.

Baiklah, bismillah.

Apa itu Riba ?

Riba adalah jika setiap pinjaman yang mensyaratkan didalamnya suatu tambahan. Itu menurut Syeh Yusuf Qardhawi. Ziyadah, menurut bahasa yang berarti tambahan. Jadi kalo kamu meminjam sesuatu, terus mengembalikannya harus lebih dari yang dipinjam. Maka kelebihannya itulah yang dinamakan riba. Nanti dalam jenis-jenisnya riba ada banyak variasi.

Larangan Riba

Dalam alquran, riba dengan jelas dilarang oleh Allah. Sementara banyak takwil dari kalangan tertentu yang mendefinisikan ini masuk riba, ini tidak termasuk riba. Itulah yang saya sebut sebagai kian samar! Ada yang mengkuti kalangan mutasyabihat, ada juga yang lebih condong kepada muhkamat.

Dalam alquran surat Al-baqarah: Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang yang beriman. Maka jika kamu tidak meninggalkan sisa riba, ketahuilah bahwa Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat dari pengambilan riba, maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya. (Albaqarah: 278-279).

Dan disebabkan karena mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang bathil. Kami menyediakan untuk orang kafir diantara mereka itu siksaan yang amat pedih. An-nisa 161.

Kebayang gak, pedihnya siksa Allah bagi pelaku riba seperti apa?

Siapa saja pelaku riba?

Siapa saja yang termasuk dalam pemakan riba itu?

Inilah poin paling jlebb bagi saya. Sebab saya sangat khawatir, memang saya bukan pelaku utama. Namun jika itu “sama saja” kata rasulullah. Maka saya adalah orang yang rugi bangeet. Andilnya sedikit, tapi siksanya sama besar. Astagfirullah ya.

Dalam sebuah hadits dari jabir. ra, Nabi Shalallahu alaihi wasallam bersabda: Rasulullah melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba. Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” Hr. Muslim No. 1598.

riba
Sumber gambar: Unsplash

Yang tidak makan riba, tetap bisa kena debunya. Hadits dari Abu Hurairah berikut: “Akan datang pada manusia suatu zaman tidak akan tersisa kecuali pemakan riba. Siapa yang tidak makan riba ketika itu, ia bisa memakan debunya.” (Hr. Ibnu Majah no. 2278; Abu daud no. 3331.)

Allahuakbar. Pantas saja, hati ini seringkali tidak merasakan ketenangan. Mungkin rezeki yang saya dapat selama ini terkotori oleh debu-debu riba. Meski saya tidak melakukannya secara langsung, tapi tetap kena kotor debunya. Astagfirullah!

Siksa bagi pelaku riba

Dikutip dari rumaysho.com, dari samurah bin jundub Rasulullah menuturkan kunjungannya ke neraka: Kami mendatangi sungai yang airnya merah seperti darah. Tiba-tiba ada seorang lelaku yang berenang didalamnya, dan ditepi sungai ada orang yang mengumpulkan batu banyak sekali.

Orang yang berenang itu mendatangi orang yang mengumpulkan batu, sembari membuka mulutnya dan orang yang mengumpulkan batu menyuapi ke dalam mulutnya.Orang yang berenang itu lalu pergi sambil berenang. Lalu kembali lagi pada orang yang mengumpulkan batu. Setiap kali kembali, lantas membuka mulutnya dan disuapi batu lagi.

Dilanjutkan dalam hadis riwayat bukhari no. 7047 “Adapun orang yang datang dan berenang di sungai lalu disuapi batu, itulah pemakan riba.”

Seberapa besar dosa riba?

Riba adalah sebuah dosa yang besar. Dikatakan dalam hadits dari Abdullah, rasulullah salallahu alaihi wassallam bersabda. “Riba itu ada 73 pintu.” – Hr. Ibnu Majah No. 2275. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.

Dari abu hurairah, ra. Rasulullah bersabda: “Riba itu ada tujuh puluh dosa. Yang paling ringan adalah seperti seorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri.” (Hr. Ibnu Majah, no. 2274. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

Riba itu bertambah, tapi berkahnya berkurang

Dari ibnu mas’ud ra. Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda. “Riba membuat sesuatu jadi bertambah banyak. Namun ujungnya riba makin membuat sedikit (sedikit jumlah, maupun sedikit berkah, -pen).” Hr. Ibnu Majah No. 2279.

Jadi ini seperti efek shadow banned. Seolah-olah, jumlah nilai hartanya itu terlihat banyak. Real, nyata dan ada. Tapi ketenangannya yang nggak ada. Hati galau setengah mati. Siang dan malam, waktu yang dihabiskan tak berarti. Hidup terasa hambar, karena hatinya telah mengeras dan tak dapat mengenali lagi kalau hartanya didapatkan dari sebagian hasil transaksi riba.

Sedekahnya tidak diterima

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). HR. Muslim no. 1015.

Dalam Alquran surat ar-ruum. “Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar Dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat, yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka yang berbuat demikian itulah orang-orang yang melipatkandakan pahalanya. Qs. Ar-uum: 39.

Doanya sulit dikabulkan

Ada seorang laki-laki yang telah menempuh suatu perjalanan yang amat jauh. Sehingga rambutnya kusur dan berdebu. Ia mengangkat tangannya ke langit, seraya berdoa. “Wahai rabb-ku, padahal makanannya dari barang haram, minumannya dari yang haram, pakaian dari yang haram dan diberi makan dari yang haram. Maka, bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya? – HR. Muslim no. 1014

Sumber referensi: Rumayso

Baiklah, sekian dulu. Semoga Allah memudahkan saya untuk berhijrah, dan berpindah. Beralih dari kehidupan kota yang panas, ke kehidupan desa yang sejuk. Termasuk kesejukan akan rizki. Bismillah, semoga saya diberi hidayah dan berani pindah. Doakan ya teman-teman.

Last Updated on 12 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.