Artikel ini telah dilihat : 131 kali

Untuk setiap “value” yang kamu berikan, akan ada “value” yang kamu dapatkan

Diposting pada

Kadang kita mikir-mikir dulu untuk melakukan sesuatu. Padahal, kalo percaya sama Allah dan bersandar pada-Nya, cukup lakukan aja tugas yang diberikan kepadamu dengan ikhlas. Sisanya, soal hasil biar saja urusan Allah.

Nggak usah deh mikir-mikir ini berhasil ala enggak ya. Ini berjalan optimal apa malah gak lancar ya. Prinsipnya adalah, apa yang kamu bisa lakukan, lakukan saja sesuai kemampuanmu, sesuai kapasitas dan kadar kesanggupan-mu.

Nggak usah banyak mikir hasil, mending mikir apakah Allah ridho apa enggak ya kalo aku gak mau bantu nolong sedangkan sebenernya bisa membantu. Gak perlu juga nyodorin alasan, apakah masuk akal apa enggak. Ini peperangan antara ego dengan naluri.

Sebenernya juga, kalo sudah gerak dan jalan kemalasanmu itu akan hilang dengan sendirinya. Ketidakbisaan yang ada di angan-angan pas belum melaksanakan pekerjaan itu otomatis akan menjauh dan semakin dekat dengan hari h istilahnya makin kuat kemampuan kamu untuk mengerjakannya. Coba deh, tantang sendiri diri kamu.

Yang cukup aneh adalah, kalo ini urusan pekerjaan kantor. Kadang tugas yang diberikan, males ngejalaninnya. Lha, terus siapa yang mau mengerjakan kalo bukan kamu. Katanya kamu bekerja, untuk membantu perusahaan, tapi pas ada pekerjaan nggak mau mengerjakan. Awas, jangan sampai kamu bekerja nggak berkah hasilnya. Bekerja itu, bukan soal kuantitas semata. Tapi juga keberkahan (kualitas).

Jadi, mulai sekarang coba renungi diri kamu. Cari waktu yang enak buat menyendiri, cobalah berintrospeksi lagi. Kalo memang sudah nggak nyaman sama pekerjaan, ya mending resign saja. Berikan kesempatan posisi dan jabatanmu buatbyang lain yang lebih baik daripada kamu. Yang lebih ikhlas dan semangat kerjanya. Banyak loh, soalnya orang yang butuh pekerjaan. Mereka selama ini ngganggur, ga tau mau makan apa untuk malam nanti. Kasian toh, mereka yang butuh harapan sedangkan kamu yang sudah mendapat posisi enak dan fasilitas memadai ditambah gaji bulanan plus insentif tambahan tidak maksimal memberi pelayanan untuk perusahaan kamu.

Sekarang, coba sekali lagi merenung. Mau apa sekarang. Mau gimana dengan perusahaanmu. Mau melakukan apa untuk masa depanmu. Masih mau mengabdi untuk perusahaanmu atau mau berjuang sendiri untuk masa depan yang lebih independent. Itu pikirkan sekarang.

Berikanlah Value yang kamu punya. Korbankan ego-mu, dedikasikan waktumu untuk Allah. Bukan untuk perusahaan. Makanya, barangkali kenapa kamu susah ikhlas, karena kamu bekerja bukan karena Allah. Kamu bekerja karena uang, mungkin jadi selalu mikir-mikir setiap ada tugas, apakah ini menguntungkan kamu apa enggak. Kalo menyusahkan dan nggak enak baiknya aku tolak. Kalo memudahkan dan menghasilkan uang gede wajib ini jadi jatahku. Wah, pola pikir seperti ini saya yakin nggak akan berumur panjang. Hasilnya nggak akan berkah. Entah waktu kamu yang jadi ruwet, urusan-urusan sepele yang mengganggu kamu, atau ujian lain yang menghiasi kehidupan bersama keluargamu.

Ingatlah, kamu kerja juga buat anak-anak dan istri dirumah. Mereka, jangan sampai makan dari hasil kerja yang nggak berkah. Kalo ngaku sayang sama mereka. Pria sejati, pasti nggak tega ngasih makan keluarga dari hasil yang tidak halal. Bahkan, halal tapi nggak berkah sekalipun.

Last Updated on 11 Januari 2021

Gambar Gravatar
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa (Al - Imran: 133)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.