Ahmad Fuadi: Filosofi Menulis & Motivasinya (penulis novel negeri 5 menara)

Diposting pada

Ahmad Fuadi memberi sebuah filosofi menulis yang sangat luar biasa bagi saya. Benar-benar tepat, ia dalam memberikan definisi sebuah kekuatan tulisan. Penulis novel mega best seller negeri 5 menara itu, menggambarkan kalau tulisan sebagai sesuatu yang lebih ampuh ketimbang peluru.

Jika peluru itu mematikan, dalam sepersekian detik. Tulisan, justru menghidupkan. Uniknya, prosesnya lama. Semakin lama dibaca, semakin kuat dan hidup.

Maka tulisan itu lebih ampuh ketimbang peluru, kalau satu peluru hanya bisa menembus satu kepala. Satu tulisan, bisa menembus jutaan kepala manusia.

Baiklah, jadi bagaimana tips menulisnya?

Ini Tips Menulis Ahmad Fuadi

Dari bebarapa video motivasi langsung dari uda Ahmad Fuadi. Saya berkesimpulan, bahwa tips dmenulis dari beliau yang bisa kita tiru dan kembangkan adalah, sebagai berikut:

1. Karena tulisan lebih kuat daripada peluru

Peluru itu mematikan, dalam sepersekian detik. Sedangkan tulisan justru, malah menghidupkan jika dibaca. Semakin dibaca, semakin menghidupkan. Itulah juga yang dalam islam dinamakan sebagai Amal Jariyyah.

ahmad fuadi, tulisah lebih ampuh dari peluru

Maka menulislah. Tembuslah kepala jutaan manusia, dengan tulisan baik yang menginspirasi.

2. Karpet terbang.

Katanya, dengan menulis jadi bisa kemana-mana. Diundang ke kampus di Amerika, keliling benua dan 50 negara, diundang dalam acara-acara seminar. Banyaklah yang disebabkan berkat tulisan.

Jadi tulisan sebagai wasilah. Penghantar. Nggak terbatas pada menulis novel, tentunya. Tapi menulis ada banyak sekali manfaat lainnya. Temukan karpet terbangmu sendiri.

3. Menulislah dari apa yang paling kita cintai. Kuasai. Karena menulis dari hati, akan sampai ke hati.

Ciri-cirinya mengetahui apa yang kita cintai adalah, jika kita nggak capek ngobrolin terus. Bahkan hingga 24 jam kita nggka bosen. Itu adalah topik kamu, yang bisa kamu mulai untuk tulis.

4. Man jadda wa jadda. Man shabara, zharifa.

Nah jadi kalau novel negeri lima menara itu bercerita tentang siapa yang bersungguh-sungguh, maka akan berhasil. Lalu di novel ranah 3 warna, adalah sekuelnya bahwa bersungguh-sungguh saja nggak cukup. Haruslah bersabar.

Jarak sukses, dengan kesungguh-sungguhan itu dekat. Tapi harus ada kesabaran. Maka, bersungguh-sungguhlah dalam menulis. Namun diiringi dengan kesabaran juga.

Motivasi Menulis A. Fuadi

Nah, jadi apa motivasinya uda Ahmad Fuadi, sejak awal kali menulis. Perjalanan menulisnya adalah dari SMP ketika ia mulai membuat tulisan dalam buku diari.

Nah, sebenarnya persoalan buku diari ini lumrah banget bagi beberapa penulis. Bahkan sekelas kang Abik (Habiburrahman El-Shirazy) sekalipun punya diari.

Nah suatu hari, mas fuadi ini diminta ibunya untuk mondok di sebuah pesantren di gontor jawa timur. Lalu dengan setengah hati, berangkatlah ia mematuhi sang ibunya. Ia nggak berani menolaknya. Namun justru, inilah yang menjadi titik balik kesuksesannya.

Selama di pondok, ia selalu berkirim surat dengan ibundanya. Lantas terkumpul beberapa surat. Nah, dulu waktu SD. Ibundanya, adalah seorang guru. Ketika pulang dari mengajar, ibunya selalu menulis sesuatu dalam sebuah buku.

Ahmad fuadi ini penasaran, sebenarnya apa yang dituliskan ibunya. Pas ibunya pergi ke pasar, ia benar-benar penasaran dan membuka isinya. Bahwa ternyata yang dituliskan ibunya adalah kisahnya sendiri. Dia baru sadar, oo ternyata kisah sendiri bisa dibukukan juga.

Nah, lalu pengalaman masuk ke pondok pesantren di gontor yang setengah hati itulah dibuat sebagai tulisan berangkat dari motivasi sang ibunya. Jadi sangat kuat banget, proses pembentukan otot menulisnya adalah sejak lama. Serta dilatih berulang-ulang. Lantas, apa motivasi menulismu, anak muda?

Last Updated on 9 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.