Tips Menulis: Habiburrahman el shirazy (penulis novel ayat-ayat cinta)

Diposting pada

Tips menulis Habiburrahman El-shirazy penulis mega best seller novel ayat-ayat cinta, ini bisa kalian pelajari jika tertarik ingin mendalami dunia kepenulisan.

Saran saya, jangan sampe nggak menulis. Karena, kalo sudah dapat asyiknya memainkan kata. Menulis itu jauh lebih menyenangkan daripada bermain game yang membuat candu, melihat-lihat status di media sosial yang bikin pusing, atau scrolling instagram yang bikin kamu jadi down passions.

Tapi kalau menulis, kamu jadi seorang pemain. Kamu yang kendalikan media. Orang lain yang membaca. Kamu tidak pusing, karena kamu punya tujuan. Sementara pembaca butuh arahan, untuk lebih baik dalam mengonsumsi bacaan.

Tips Menulis Habiburrahman El Shirazy

novel karya habiburrahman el shirazy
Sumber gambar: Validnews

Jadi tugas kamu sekarang adalah, menulis. Tapi tenang saja, saya akan bekali dengan tipsnya dari kang abik.

1. Tulislah kata-kata yang indah

Ini tipsnya to the point banget. Buktinya langsung terlihat dari judul-judul novelnya beliau yang judulnya sangat indah-indah, seperti: Ayat-ayat cinta, ketika cinta bertasbih, dalam mihrab cinta.

Untuk bisa menulis yang indah butuh lebih banyak membaca karya sastra berkualitas. Karena banyak membaca, akan mengumpulkan banyak kosakata. Yang akan disimpan dalam bank kata. Nah, pas ketika kamu mau menulis. Kamu tahu kata mana yang tepat untuk dipakai.

Kita nggak bisa pilih dua kata, tapi harus ambil satu kata yang paling indah, paling tepat. Untuk itu membaca sangat penting dan wajib karena akan memperbanyak perbendaharaan kata didalam fikiranmu.

2. Menulis bukan soal knowledge, tapi soal habbit.

Kata beliau, siapa saja bisa jadi penulis karena menulis bukan sesuatu yang sifatnya knowledge (pengetahuan) tapi menulis adalah soal habbit, skill. Butuh latihan.

3. Proses nulis kreatif.

Itu berproses sejak MTS. Istrinya nemu cerpen, bernilai 9. Jadi saat ayat-ayat cinta booming, tidak karena kebetulan melainkan sebenarnya ya memang karena proses nulisnya itu sudah sejak lama. Sebab, ada media yang bilang kalo novel ayat-ayat cinta itu booming karena keberuntungan.

4. Nekatlah untuk kebaikan.

Sebelum menjadi penulis Habiburahman El Shirazy, nekad berangkat ke mesir. Kata dia pencuri nekad mencuri tapi berani meski berisiko ditangkap. Jadi kalo maling saja berani nekat. Kenapa untuk kebaikan nggak berani?

Pencuri ada yang nolong, syetan. Kita yang nolong malaikat. Allah. Jadi untuk segala hal yang bertujuan untuk kebaikan, cobalah untuk nekat dan berani memulainya. Itu maksudnya.

Termasuk kalau menulis itu baik, cobalah nekat dan lakukan saja. Kadang penulis pemula takut menulis karena kebaikan yang disampaikan akan melukai hati orang-orang tertentu (mindset).

5. Jangan takut, nggak bisa makan.

Saat akan berangkat ke mesir, ibundanya khawatir lalu Habiburrahman El shirazy, memberikan kepada ibunya pengibaratan ayam jago yang jika dibawa ke mesir akan bisa cari makan, akan bisa hidup sendiri.

Mahluk yang nggak sekolah aja ada rezekinya. Apalagi kita manusia, yang sekolah sejak MI, MtsN, Madrasah Aliyah. Insyaallah ada rezekinya dan bisa cari makan. Bahkan dari kegiatan menulis, insyaallah tetap akan ada rezekinya (mindset).

6. Gunakan bahasa yang tepat.

Kalau kamu mau ngomong sama temenmu, pasti bahasanya nggak baku. Sementara kalo ngomong sama ibumu, pasti pakai bahasa yang sopan. Terus kalo kamu ngomong sama guru di sekolah, bahasanya baku. Jadi itulah komunikasi, gunakan bahasa sesuai dengan keperluannya.

Termasuk juga menulis, tulisanmu itu dibaca siapa. Gunakan kata-kata yang tepat. Jangan kalo audience-mu itu misalnya para petani, bahasa yang digunakan disamakan dengan bahasa tulisan untuk surat ke presiden. Mereka nggak akan langsung ngerti.

Jadi, efisienlah dalam menulis. Kenali pembacamu. Intinya sih itu.

Last Updated on 9 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.